Minggu, 23 November 2014
Selasa, 21 Januari 2014
The Dajjal Economic Conspiracy
Sebutan lain dari Ksatria Templar adalah Tentara Miskin Pengikut Yesus Kristus Dan Kuil Sulaiman. Pendiri ordo ini adalah Hugh de Payens dan Godfrey de St Orner. Para ksatria yang beranggotakan sembilan orang tentara elit ini dibentuk pada tahuin 1118. Awalnya para Templar ini menyebut dirinya ‘tentara miskin’ namun pada kenyataannya ordo ini sangatlah kaya raya. Para ksatria Tempalar mengontrol para peziarah Kristen yang bertandang dari Eropa ke Yerusalem. Ordo ini mendapat dana dari para peziarah tersebut. Lewat kelompok ini pula sistem cek dan kredit mulai diperkenalkan. Pada akhirnya, para Templar membangun kapaitalisme abad pertengahan dan membuat sistem yang dijadikan cikal bakal bank modern yang mengaplikasikan sistem ribawi.
Menurut Alan Butler dan Stephen Dafoe : Templar adalah ahli dalam memutar modal, memanfaatkan teknik perdangan yang tidak lazim diketahui di Eropa pada saat itu.Mereka jelas-jelats telah belajar ketrampilan ini dari sumber-sumber Yahudi, namun memiliki lebih banyak kebebasan mengembangkan kerajaan financial mereka, sesuatu yang membuat amat iri para pemodal Yahudi pada periode itu.
Pada abad ke 12, melakukan perjalanan jauh adalah sesuatu yang sangat berbahaya. Para pengelana bisa saja dirampok bandit setiap saat. Jadi, amatlah berisiko bila dalam perjalanan membawa uang dan komoditi berharga lainnya. Para Templar pandai membaca situasi, mereka mengeruk keuntungan melalui prasarana sistem perbankan yang sederhana. Anggota-anggota Templar memperkenalkan penggunaan cek yang dikeluarkan di Eropa dan dpat diuangkan di Palestina. Bahkan mereka telah memberlakukan metode transfer uang. Di samping mereka meminjamkan uang dengan bunga di atas 60 %.
Lembaga yang dibentuk Knights Templar makin berkembang dan menjadi lembaga keuangan besar di Eropa. Banyak para raja Eropa melakukan transaksi peminjaman yang akhirnya terseret dengan hutang yang sangat besar. Secara bersamaan sistem keuangan monarki Inggris dan Perancis dikendalikan oleh para Templar. Hal ini membuat mereka dapat mempermainkan para raja dan kebijakan Negara untuk kepentingan para Templar.
Seiiring perjalanan waktu, Ksatria Templar bertransformasi menjadi ‘Elder of Zion’. Atas provokasi mereka, Raja William II melibatkan Inggris ke dalam kancah perang melawan Perancis. Akhirnya berkelanjutan hingga membuat Negara Inggris makin terpuruk hingga terperosok dlam kubangan hutang untuk membiayai perang. Mengatasi hal ini Raja William II mengambil pinjaman kepada para bankir Yahudi.
Para bankir Yahudi mengajukan persyaratan agar merahasiakan tokoh –tokoh Yahudi yang memberi pinjaman. Mereka juga minta persetujuan untuk mendirikan Bank Of England, bank sentral swasta pertama di dunia. Bank Of England mempunyai hak untuk menetapkan standar emas terhadap uang kertas, hak meminjam £ 10 uang kertas untuk setiap 1 pon emas yang tersimpan di Bank Sentral seta hak unutk mengkonsolidasikan hutang nasional dan hak untuk untuk menaikkan pajak rakyat sekaligus mengutipnya.
Pada tahun 1815 meletus perang Waterloo antara Perancis dan kerajaan-kerajaan Eropa di bawah Inggris. Seandainya Napoleon Bonarpate memenangkan palagan tersebut niscaya Perancis akan menguasai seluruh daratan Eropa. Dan bila terjadi yang sebaliknya, maka Inggrislah yang akan menguasai Imperium keuangan Eropa. Begitu tentara ke dua kubu saling mendekat, Nathan Rothschild mengutus agen-agennya berada di kedua belah front guna mengumpulkan informasi seakurat mungkin. Tanggal 15 Juni 1815, senja hari seorang agen Rothschild melompat ked lam perahu yang dicarter khusus melewati selat Channel menuju pantai Dover Inggris.Agen tersebut sampai di Folkstone keesokan harinya, secara detil melaporkan informasi kepada Rothschild. Tanpa membuang waktu Nathan Rothschild bergegas menuju London menuju pasar bursa. Agen-agen Rothschild menumpahkan surat berharga mereka ke pasar. Begitu surat berharga itu dilempar ke lantai pasar secara drastic menurunkan nilai transaksi. Tanpa ekspresi Nathan berdiri di ‘Pilar Rothschild’ terus menjual saham-sahamnya. Akhirnya semua orang turut menumpahkan surat berharga dan uang kertas, emas perak untuk mempertahankan kekayaan yang masih tersisa. Harga surat tersebut turun drastic hingga mencapai 5 sen untuk setiap obligasi yang senilai dengan harga satu dollar. Pada akhirnya sesuai petunuk Nathan Rothschild, agen-agennya melesat ke meja dan memborong semua kertas-kertas saham di lantai bursa. Tak lama kemudian terdengar berita yang mengejutkan, Inggris telah memenangkan perang Waterloo. Dan hanya beberapa detik kertas yang semula tak berharga tersebut menukik tajam melampaui harga aslinya. Nathan Rothschild berhasil memegang control ekonomi Inggris. Bila dihitung kekayaannya menjadi dua puluh kali lipat dari nilai sebelumnya.
Setelah mengenyam kekalahan telak di Waterloo, Perancis berusaha membenahi ekonominya. Bulan Oktober 1818, para agen Rothschid memborong sejumlah surat berharga pemerintah Perancis melalui saingan mereka: Ouvrad dan Baring Brothers. Tanggal 5 November 1818, agen Rothschid melakukan dumping terhadap surat berharga tersebut di pasar terbuka. Keluarga Rothschid mendapat undangan menghadap raja. Keluarga Rothschid berhasil memegang control ekonomi Perancis.
Benjamin Disraeli, PM Inggris saat itu menulis novel bertajuk ‘Coningsby’ yang menggambarkan tentang imperium Rothschild: ‘pangeran dan pemimpin pasar uang dunia dan juga pangeran dan pemimpin dalam bidang apa saja. Secara harfiah bahkan memegang kendali atas pendapatan Italia selatan. Sementara para raja dan menteri dari seluruh kerajaan Eropa memohon nasihatnya dan menjalankan saran-sarannya’
Akhirnya bermunculanlah bankir-bankir internasionaldi seantero dunia. Awal dari bencana di muka bumi ini ketika para bankir Yahudi tersebut berhasil di seantero duni. Awal dari bencana di muka bumi ini ketika para bankir Yahudi tersebut berhasil ikan bank sentral sejenis di Amerika Serikat. Pendirian bank ini dipelopori oleh tujuh bankir Internasional di Jekyll Island pada tahun 1910 yang kemudian dikenal sebagai ‘ Federal Reserve’
Federal Reserve dirancang sebagai suatu kartel perbankan untuk melindungi kepentingan anggota-anggotanya dan meyakinkan kongres dan publik bahwa kartel perbankan ini dibentuk seolah-olah sebagai lembaga otoritas moneter pemerintah Amerika Serikat. Dengan berbekal independensinya, Federal Reserve beserta kekuatan modalnya serta praktik-praktik bisnis yang licik telah mengintervensi otoritas meoneter sehingga menghancurkan kehidupan social ekonomi rakyat penghuni bumi ini. Sejatinya Federal Reserve ini adalah suatu badan usaha milik swasta yang berperan sebagai pengatur utama dan menguasai institusi perbankan Amerika. Fungsi utamanya menetapkan kebijakan moneter. Banyak para pakar memprediksi The Fed mempunyai pengaruh besar terhadap jalannya bisnis di Amerika Serikat.
Pada pertemuan 15 negara sekutu pemenang Perang Dunia II digagas ‘Bretton Woods Agreement’ yang menetapkan dolar Amerika sebagai denominator nilai dasar pertukaran uang internasional. Dan terbentuklah : International Monetary Founds dan Bank Dunia sebagai lembaga dana moneter internasional yang bertujuan memberi bantuan kepada negara-negara yang mengalami kesulitan likuiditas keuangan. Pasokan dana untuk IMF dan Bank Dunia diperoleh dari Federal Reserve. Pada kasus ini jaringan freemasonry telah mengaplikasikan Protokol Of Zion yang ke enam.: Membangun kekuatan Zionisme melalui manipulasi ekonomi terutama melalui monopoli perbankan dan kekuatan keuangan.
Pada hakekatnya IMF dan Bank Dunia, merupakan instrument Zionisme untuk memporak-porandakan Negara yang berdaulat agar tak lebih sekadar sebagai teritori mereka. Artinya, semua umat manusia harus memnadang satu arah yaitu kekuatan mata uang sebagaimana yang dilambangkan oleh mata uang satu dollar Amerika: Novus Ordo Seclorum. Jadi, seluruh perekonomian global telah dikuasai oleh kaum Zionis dan menjadi ‘dewa lucifer’ yang akan menyelematkan manusia sekaligus menguasainya.
Adalah Joseph Stiglitz mantan kepala tim Ekonomi Bank Dunia memaparkan bahwa IMF mengembangkan empat langkah program. Langkah Pertama: Privatisasi, pada program ini perusahaan milik penerima bantuan IMF harus dijual pada swasta untuk mendapatkan dana segar.
Menurut Stiglitz: Kita bisa melihat bagaimana mata para pejabat keuangan di Negara penerima bantuan itu terbelalak tatkala mengetahui prospek pemberian 10 % komisi beberapa milyar dollar yang akan dibayarkan langsung ke rekening pribadi yang bersangkutan di suatu bank Swiss yang diambilkan dari harga penjualan asset nasional mereka tadi.
Program kedua: Liberalisasi Pasar Modal, dengan ditingkatkannya modal pemasukan modal investasi dari luar berdampak pada pengurasan cadangan devisa Negara untuk mendatangkan asset melalui impor dari Negara-negara yang ditujuk IMF. Dana dari luar masuk di sector real estate dan valuta, dan langsung ditarik bila ada tanda-tanda akan ada kerusuhan. Untuk merayu kaum spekulan mengembalikan dana modal nasional, IMF menuntut Negara debitur untuk menaikkan suku bunga bank. Ketetapan tersebut diikuti dengan diberlakukan kebijakan uang ketat dan dihentikannya subsidi pada bidang yang berkaitan dengan social ekonomi masyarakat.
Program ketiga: Pricing, menaikkan harga komoditas strategis misalnya pangan, air bersih dan BBM. Langkah ini sudah dipastikan akan mengarah pada ‘Kerusuhan IMF’ Dengan terhapusnya subsidi untuk beras dan BBM, Negara akan meledak dengan kerusuhan yang tak lain dari satu bentuk demonstrasi yang dibubarkan dengan gas air mata, peluru dan tank yang menyebabkan kepanikan baru pada gilirannya berakibat ‘capital flight’ pelarian modal dan kebangkrutan pemerintah. Krisis ekonomi ini menguntungkan perusahaan asing yang memperoleh peluang mengambil sisa asset Negara seperti: konsensi pertambangan, perbankan, perkebunan dan lain-lain.
Tahap ke empat: Strategi Pengentasan kemiskinan, dengan memberlakukan ‘pasar bebas’ yang menacu pada aturan WTO ( World Trade Organization ) dan Bank Dunia. Hal ini berimbas pada pengusaha local yang terpaksa meminjam dana dengan suku bunga hingga 60 % dari bank local di samping harus bersaing dengan barang-barang import dari Amerika dan Eropa. Pada saat ini, Bank Dunia dapat memerintahkan blockade keuangan.
Stiglitz memaparkan: ‘Tata Dunia Baru itu pada hakekatnya telah menjatuhkan vonis hukuman mati pada rakyat sedunia dengan cara memberlakukan tariff yang tidak masuk akal kepada perusahaan obat-obatan yang bermerek.’
Namun ironisnya, pemerintah dunia ke tiga masih memandang IMF dan Bank Dunia sebagai lembaga donatur yang manusiawi. Padahal, justru IMF lah yang paling berperan dlam menciptakan kemiskinan di Negara-negara berkembang. Jadi, IMF, Bank Dunia dan WTO hanyalah topeng dari sistem kekuasaan absolute kaum Zionis.
Seorang pakar ekonomi Prof JS Malan dari Universitas Sao Paulo merepresentasikan:
Setiap bangsa akan menangggung utang yang berat dan mereka tidak akan mampu membayarnya sehingga mereka harus menebusnya sebagai budak yang setia dan petuh terhadap perintah. Kekuasaan IMF sangat absolute sehingga tidak akan ada satu negarapun yang mampu mendapatkan satu sen pun, kecuali atas persetujuan atau arahan dari IMF.
Dari pemaparan di atas bisa kita lihat bahwa bencana financial tak ubahnya bencana alam. Sama-sama mengakibatkan keterpurukan dan kesengsaraan, sebuah bencana yang tercipta dari hasil kreasi para akitvis Zionisme dan manusia-manusia goyim yang menjadi agen binaannya. Hal ini lebih disebabkan penerapan ekonomi berbasis Kapitalisme.
Kapitalisme
Kapitalisme adalah sistem ekonomi yang mengandung filsafat social dan politik yang didasarkan pada pengembangan hak milik pribadi dan pemeliharaannya serta perluasan paham kebebasan. Sistem ini melahirkan banyak malapetaka terhadap dunia. Kapitalisme berdampak melakukan tekanan dan campurtangan politis, social serta cultural terhadap bangsa di dunia.
Menguak sejarah kapitalisme diawali pada saat Eropa diperintah imperium Romawi yang mewariskan sistem feudal. Pada abad 16 secara bertahap munul kelas borjuis disusul fase kapitalisme. Selajutnya muncul seruan liberalisasi yang disusul seruan nasionalisme sekuler dan penciutan dominasi Paus.
Adapun para propagandis kapitalisme adalah: Francois Quesnay, John Locke, Turgot, Mirabeau serta JB say. Tak lama kemudian muncul aliran klasik yang menonjol lewat pemikiran: Adam Smith, David Ricardo, Robert Malthus, John Stuart Mill, Lord Keynes, David Hume dan Edmund Burke.
Doktrin kapitalisme adalah mencari keuntungan dengan berbagai cara dan sarana. Selain itu mendewakan hak milik [pribadi , persaingan dan kompetisi pasar serta sistem harga bebas.
Pada abad ke 16 setelah dihapus sistem feudal muncul kapitalisme perdagangan. Dalam hal ini seorang pengusaha menjadi perantara antara produsen dan consumen. Pada tahun 1755 seiiring dengan ditemukannya mesin uap oleh James Watt maka lahirlah kapitalisme industri yang membangkitakan Revolusi Industri di Inggris dan Eropa menjelang abad ke 19. Dalam sistem ini memisahkan antara modal dan buruh. Setelah itu hadir sistem kartel yakni kesepakatan perusahaan-perusahaan besar dlam membagi pasaran internasional. Sistem ini memberi kesempatan untuk memenopoli pasar.Akhirnya muncul sistem trust yang membentuk satu perusahaan dan berbagai perusahaan yang bersaing agar perusahaan tersebut lebih mampu berproduksi dan lebih kuat untuk mengontrol dan menguasai pasar.
Adapun sisi negative dari Kapitalisme adalah: Sistem ini buatan manusia yang mendominasi pasar untuk kepentingan pribadi, sangat egoistis, monopolitis, terlalu berpihak pada hak milik pribadi, terbentuk arena persaingan, perampasan tenaga produktif, muncul pengangguran, penjajahan, peperangan, malapetaka, riba dan tidak berperikemanusiaan.
Kapitalisme tumbuh di Inggris, Perancis, Jepang, Amerika. Sistem kapitalisme tak ubahnya sistem komunisme . Keduanya dipelopori oleh kaum Zionis lakanatullah.
Tiga Pilar Setan
Ketika krisis ekonomi merebak, bencana ekonomi adalah kemestian. Harga barang dan jasa melonjak tajam sementara daya beli masyarakat sulit mengimbangi. Era baru ekonomi dan keuangan dunia ditandai dengan kemampuan sistem ekonomi yang ditengarai sebagai sitem moneter dunia dengan diciptakannya tiga pilar setan: fiat money, fractional rerserve requirement dan interest.
Robert Mundell peraih nobel ekonomi menyebutnya sebagai rezim inflasi permanent, dimana terjadi penggandaan uang yang begitu dahsyat sehingga pertumbuhan sector moneter akan selalu berada di atas pertumbuhan sector riil. Sekmakin lama akan mengakibatkan ketimpangan yang akan menjadi pemantik ketakseimbangan ekonomi global. Beban semakin lama menggelembung dan suatu saat siap meledak mejadi krisis ekonomi.
Fiat Money
Sistem ekonomi kapitalis mendatangkan keuntungan bagi segelintir pihak di satu sisi dan pihak lain yang dirugikan di sisi lain. Sistem kapitalis memfasiltasi uang kertas ( fiat money ) dalam transaksi ekonomi. Sedang uang yang diciptakan tanpa didukung dengan logam mulia. Oleh penguasa uang tersebut bisa dicetak berapapun juga dan tak bisa ditukar dengan koin emas. Hal ini akan menjadi sebuah persoalan ketika pemerintah telah kehilangan kepercayaan yang berdampak pada uang kertas yang diciptakan menjadi tidak berharga. Jadi, fiat money tak bisa diandalkan sebagai alat penyimpan nilai. Dan uang kertas tak memiliki nilai intrinsic sebagaimana logam mulia. Kita tidak menafikan bahwa uang kertas sebagai slah satu alat tukar yang praktis dan sipembaw lebih merasa aman. Namun pada saat penciptaan uang melebihi output riil yang diproduksi maka terjadilah inflasi. Perlu dicermati, eksisnya penggunaan uang kertas akan menguasai perekonomian. Uang kertas tidak menambah produktivitas seperti yang dijanjikan sehingga membuat para penggunanya sibuk bekerja demi mengais kompensasi yang tak seberapa.
Fractional Reserve Requirement
Bank Sentral sebuah Negara mengeluarkan persyaratan setiap bank yang beroperasi di wilayah otoritasnya agar menyediakan sebagian kecil dana yang disetorkan deposan sebagai cadangan yang disebut Fractional Reserve Requirement ( FRR ) yang diperlukan untuk memenuhi kondisi normal permintaan para deposan yang menarik depositnya. Persentase jumlah cadangan adalah sebagian kecil dari jumlah yang disimpan.
Interest
Bunga ( interest ) adalah biaya servis yang dikenakan bank baik berupa pinjaman atau kredit yang diberikan kepada nasabah. Meski dalam kitab suci pun dinyatakan haram, bunga menjadi bagian tak terpisahkan dari ssitem moneter. Ada tiga konsekuensi berkaitan dengan bunga: bunga menuntut pertumbuhan ekonomi yang berkesinambungan kendati kondisi ekonomi stagnan. Selain itu mendorong persaingan antar para pelku bisnis serta mensejahterakan segelintir minoritas di atas pendeitaan rakyat yang mayoritas.
Tiga pilar setan telah diciptakan sedemikian rupa dan akan selalu menelan korban. Problem utama adalah gagal membayar. Kuantitas uang terus bertambah tak sebanding dengan laju sector riil, sehingga akan memicu ketidak seimbangan. Akhirnya, balon ekonomi akan pecah dan terjadi apa yang isebut krisi ekonomi.
Ibn Khaldun dalam magnum opusnya : Muqadimah, menjelaskan: Allah swt menciptakan emas dan perak tak lain untuk menjadi alat pengukur nilai bagi segala sesuatu. Namun tak hanya itu, emas dan perak ternyata bisa berfungsi sebagai alat tukar
Dalam sistem periodic unsure-unsur, logam emas dan perak dikelompokkan dlam golongan yang sama : I B. Logam mulai ini tak bisa diubah dengan bahan kimia yang lain.
Pada 300 SM Archimedes telah membuktikan bahwa logam bisa dideteksi tanpa merusak susunan kimianya. Emas tak terkontaminasi udara sehingga logam ini tahan terhadap karat. Logam mulia ini termasuk logam lunak namun dikategorikan sebagai logam yang paling berat. Satu kubik emas mempunyai berat lebih dari setengah ton.
Pada masa Rasulullah saw, sebagai alat transaksi dipergunakan dinar dan dirham. Meski dinar dan dirham bukan mata uang asli Arab namun dinar yang mencerminkan emas murni seberat 4,25 gram dan dirham terbuat dari perak dengan berat 3 gram membawa peradaban baru dalam kehidupan ekonomi dan social pada saat itu.
Dinar ditengarai sebagai mata uang asli Byzantium sedangkan dirham mata uang asli mata uang asli Byzantium sedangkan dirham mata uang asli Persia.
Emas dan perak terbukti anti inflasi, Jadi, penggunaan emas dalam transaksi sangat menguntungkan lantaran emas mempunyai nilai stabil.
Konklusinya penggunaan dinar sebagai alat transkasi akan menghancurkan legitimasi tiga pilar setan sehingga uang yang beredar dlam sistem ekonomi adalah uang riil.
Menurut pandangan Islam, solusi dari problem di atas dengan mengaplikasikan ekonomi syariah. Jadi, bentuk ekonomi yang sarat dengan nilai-nilai Islam yang mencakup aqidah, syariah, ibadah dan akhlaq.
Kebenaran Tak Boleh Bisu
Suatu saat, tatkala Rasulullah Saw hijrah ke Madinah, salah seorang sahabat Rasul, Abu Dzar Al Ghifari menghadap Rasul dengan membawa rombongan orang-orang dari Ghifar dan Aslam yang sudah masuk Islam. Digambarkan karena begitu sangat banyaknya, jika saja orang melihat mungkin mereka mengira yang dilihatnya adalah pasukan orang-orang musyrikin, ternyata yang memimpin rombongan tersebut adalah Abu Dzar.
Melihat kehadiran rombongan yang dipimpin Abu Dzar, Rasul pun menyambut mereka dengan menyatakan: “Suku Ghifar telah diampuni oleh Allah” dan “Suku Aslam telah diberi keselamatan dan kesejahteraan oleh Allah”. Sedangkan secara khusus kepada Abu Dzar, Rasul Saw menyatakan: “Tidak akan pernah diketemukan di kolong langit ini seorang manusia yang sangat benar ucapannya, sangat tajam dan sangat tegas dalam hal mengucapkan kebenaran kecuali Abu Dzar”.
Jika Rasul Saw yang menyatakan hal tersebut, tentu merupakan jaminan kebenaran apa yang telah dinyatakannya. Pertanyaannya, kenapa Rasul harus menyatakan demikian secara khusus kepada Abu Dzar? Jawabnya, tidak lain karena Abu Dzar memiliki prinsip bahwa: “Kebenaran itu tidak boleh bisu, kebenaran yang bisu bukanlah sebuah kebenaran”.
Diakui atau tidak, prinsip yang telah teguh dijadikan prinsip hidup sosok sahabat Rasul yang satu ini, pada tataran hidup kekekinian sudah mulai pudar, lentur dan luntur pada diri sebagian para penegak kebenaran seiring kehidupan hedonisme yang telah mengelilinginya. Padahal, menurut Abu Dzar, kebenaran harus berbicara, tampak dan dinyatakan serta tidak boleh dipendam.
Hal ini merupakan sebuah pelajaran berharga bagi kita, karena saat ini tidak sedikit mereka yang membisu untuk menyatakan kebenaran, sehingga fungsi Al Qur’an sebagai Al Furqon (pembeda) mana yang haq dan mana yang bathil (QS. Al Baqarah,2:185) kini sudah sangat kabur karena bisunya orang-orang yang berilmu untuk menyatakan kebenaran.
Bagi Abu Dzar, kebenaran yang bisu bukanlah kebenaran, kebenaran itu harus terungkap walaupun untuk mengungkapkan kebenaran itu beliau harus menebusnya dengan nyawa sekalipun. Wahai, para penegak kebenaran, siapkah menyatakan, “yang haq itu haq dan yang bathil itu bathil” dengan siap menerima berbagai macam risikonya? Wallahu a’lam
Ancaman di Usia 40
NAMANYA Pak Maman. Beliau seorang pengusaha sukses separuh baya. Usianya kurang lebih antara 43 sampai dengan 48 tahunan. Ia memiliki kelebihan berat badan dan jarang sekali berolahraga. Mungkin karena sibuk dengan bisnisnya. Katanya, sebagian besar kebiasaan orang sukses menomorduakan pola hidup sehat.
Pagi itu, di jok belakang mobil mewahnya yang sedang dikemudikan supir untuk menuju ke kantor perusahaannya, ia merasakan sakit dari dada sebelah kiri menuju ke arah lengan dan tangan kiri. Keringat dingin segera saja bercucuran membahasi sekujur tubuhnya. Setelan kerjanya yang terbalut jas pantalon, basah kuyup. Pak Maman mulai merasakan adanya tindihan yang berat di atas dadanya. Perlahan ia menyadari bahwa ia semakin sukar bernafas. Pak Maman dilanda kepanikan.
Tak lama kemudian, Pak Maman kehilangan kesadaran. Supir yang melihat kondisi Pak Maman melalui kaca spion segera membawa Pak Maman ke Unit Gawat Darurat rumah sakit terdekat. Dari hasil pemeriksaan sementara, dokter jaga yang bertugas saat itu menduga Pak Maman terkena serangan penyakit jantung koroner. Untung saja, Pak Maman segera mendapatkan perawatan yang dibutuhkan. Ia selamat dan terhindarkan dari kematian.
Dari hasil pemeriksaan laboratorium didapatkan adanya peningkatan beberapa kadar kimiawi tertentu pada darah Pak Maman. Parameter laboratories yang meningkat cukup tajam itu antara lain adalah kadar kolesterol total, trigliserida, dan homosisten. Tekanan darahnya juga agak tinggi. Dua kali pengukuran yang dilakukan oleh perawat, tercatat tekanan darah Pak Maman 165/105. Berarti, tekanan darahnya sudah melebihi batas normal di usianya.
Apa yang sesungguhnya terjadi pada Pak Maman? Kejadian ini bukanlah kejadian mendadak yang terjadi begitu saja. Tentunya Semua proses yang terakumulasi selama bertahun bahkan belasan tahun ke belakang menjadi gejala penyakit jantung koroner itu boleh jadi merupakan akibat dari ulah Pak Maman sendiri.
Bertahun-tahun ia mengonsumsi menu makan yang tidak seimbang, miskin serat, kaya garam, dan tinggi kolesterol yang dipadupadankan dengan jarangnya ia melakukan aktivitas fisik atau olahraga yang teratur, serta dibumbui dengan tingkat ketegangan dan stress yang terus-menerus. Maklumlah, Pak Maman termasuk salah seorang pengusaha tersukses di negeri ini.
Semua faktor pencetus tersebut masih diperparah lagi dengan kebiasaan merokoknya yang sulit untuk dikendalikan, apalagi dihentikan. Kadar garam yang tinggi disertai dengan kurangnya kandungan serat di makanan akan mengakibatkan terjadinya peningkatan tekanan darah yang disertai dengan meningkatnya kadar kolesterol atau lemak darah. Sel-sel makrofag yang bertugas untuk menghantarkan lemak dari sekujur tubuh untuk diolah kembali di hati kewalahan, akibatnya mekanisme kerja system tubuh lain yang terkait dengan tugasnya terganggu pula. Sel-sel makrofag berlemak ini disebut sebagai sel busa (foam cell).
Seiring dengan tingginya tekanan darah, aliran darahpun akan semakin deras. Tingkat kederasan aliran darah ini akan melampaui batas toleransi dinding pembuluh darah jika diperberat dengan tingkat kekentalan (viskositas), dan paktor sel diding pembuluh darah (sel endotel) yang tidak optimal kondisinya. Akibatnya, pada beberapa daerah tikungan yang bersudut cukup tajam akan terjadi proses penggerusan yang lambat laun akan menimbulkan kecedaraan (luka).
Daerah arus aliran darah paling deras dan pembuluhnya berliku-liku adalah di daerah pembuluh darah yang bernama pembuluh koroner, alias pembuluh darah yang bertugas sebagai jalur distribusi penyuplai nutrisi dan oksigen otot-otot jantung sendiri. Kerusakan pada pembuluh darah koroner ini biasanya akan berakibat munculnya penyempitan dan sumbatan pembuluh darah. Tentunya akan berbeda cerita jika Pak Maman menerapkan pola hidup yang sehat seperti, konsumsi herbal dalam keseharian, berbekam dengan teratur, berolahraga dengan teratur, berpikir positif.
Pak Maman-Pak Maman lain sedang menunggu gilirannya dalam diri kita jika kita tidak punya pola hidup sehat. Allahu alam bi shawwab
Jadi Gemuk Setelah Nikah?
TIDAK bisa dipungkiri bahwa lebih banyak dari kita yang berubah gemuk (baca: maaf, bahkan gendut) setelah menikah, terutama seorang laki-laki. Padahal, setelah menikah, justru pekerjaan dan aktivitas di rumah dan di tempat kerja begitu banyak, bagaimana bisa tubuh tiba-tiba saja jadi penuh lemak?
Ada beberapa penyebabnya. Coba lihat, apakah betul ataukah tidak?
Makan bersama suami atau istri
Makan bersama suami atau dan sebaliknya merupakan hal yang menyenangkan bagi pasangan suami-istri. Untuk membuat suami senang makan dirumah biasanya wanita akan memasak banyak makanan yang akan dihidangkan di meja makan, otomatis istri juga akan ikut makan banyak bersama suami. Nah inilah yang membuat tubuh wanita jadi gemuk. Sedangkan untuk suami, yang biasanya makan di luar, lebih memilih makan di rumah.
Banyak Kegiatan di dapur
Semua yang dilakukan wanita adalah untuk kesenangan dan kebahagian suami. Salah satunya lewat makanan. Seorang istri yang baik adalah seorang juru masak yang baik, setidaknya untuk satu tahun pertama pernikahan. Ketika banyak memasak di dapur itulah kegiatan icip mengicip mulai dilakukan. Selanjutnya?
Kurang olahraga
Ketika sudah seharian mengurus rumah tangga biasa wanita akan menjadi lelah sehingga untuk melakukan olahraga wanita akan menjadi malas. Sedangkan suami, karena pekerjaan juga jadi jarang olahraga akibatnya tubuh akan menjadi tambah gemuk.
27 Dampak Negatif Perbuatan Zina
ZINA merupakan perbuatan yang sangat buruk dan tercela. Allah Azza wa jalla berfirman :
وَلا تَقْرَبُوا الزِّنَا إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً وَسَاءَ سَبِيلا (٣٢)
“Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk.” [al-Isrâ’/17: 32]
Dalam ayat lain, Allah Azza wa jalla berfirman :
وَالَّذِينَ لا يَدْعُونَ مَعَ اللَّهِ إِلَهًا آخَرَ وَلا يَقْتُلُونَ النَّفْسَ الَّتِي حَرَّمَ اللَّهُ إِلا بِالْحَقِّ وَلا يَزْنُونَ وَمَنْ يَفْعَلْ ذَلِكَ يَلْقَ أَثَامًا (٦٨) يُضَاعَفْ لَهُ الْعَذَابُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَيَخْلُدْ فِيهِ مُهَانًا (٦٩)
“Dan orang-orang yang tidak menyembah ilah yang lain beserta Allah dan tidak membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya) kecuali dengan (alasan) yang benar, dan tidak berzina, barangsiapa yang melakukan demikian itu, niscaya dia mendapat (pembalasan) dosa (nya), (yakni) akan dilipatgandakan azab untuknya pada hari kiamat dan dia akan kekal dalam azab itu, dalam keadaan terhina.” [al-Furqân/ 25:68-69]
Dalam ayat ini, Allah Azza wa jalla menyebutkan perbuatan zina setelah perbuatan syirik dan setelah pembunuhan terhadap jiwa yang diharamkan Allah Azza wa jalla. Ini menunjukkan betapa perbuatan zina itu sangatlah buruk.
Dalam ayat lain, Allah Azza wa jallamenyebutkan sanksi bagi pelaku perbuatan nista ini. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman :
الزَّانِيَةُ وَالزَّانِي فَاجْلِدُوا كُلَّ وَاحِدٍ مِنْهُمَا مِائَةَ جَلْدَةٍ وَلا تَأْخُذْكُمْ بِهِمَا رَأْفَةٌ فِي دِينِ اللَّهِ إِنْ كُنْتُمْ تُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ وَلْيَشْهَدْ عَذَابَهُمَا طَائِفَةٌ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ (٢)
“Perempuan yang berzina dan laki-laki yang berzina, maka deralah tiap-tiap seorang dari keduanya seratus kali dera, dan janganlah belas kasihan kamu kepada keduanya mencegah kamu untuk (menjalankan) agama Allah, jika kamu beriman kepada Allah, dan hari akherat, dan hendaklah (pelaksanaan) hukuman mereka disaksikan oleh sekumpulan dari orang-orang yang beriman.” [an-Nûr/24:2]
Para ulama mengatakan : “ini sanksi bagi perempuan dan lelaki yang berzina apabila keduanya belum menikah. Sedangkan bila telah bersuami atau pernah menikah maka keduanya dirajam (dilempari) dengan batu hingga mati.
Dalam hadits yang shahih dinyatakan
لاَ يَزْنِي الزَّانِي حِينَ يَزْنِي وَهْوَ مُؤْمِنٌ
“Tidaklah orang yang berzina itu beriman saat dia melakukan perbuatan zina.” [HR al-Bukhâri dan Muslim]
Dalam hadits lain dinyatakan:
مَنْ زَنَى وَشَرِبَ الْخَمْرَ نَزَعَ اللَّهُ مِنْهُ الإِيمَانَ كَمَا يَخْلَعُ الإِنْسَانُ الْقَمِيصَ مِنْ رَأْسِهِ .
“Siapa yang berzina atau minum khamr maka Allah mencabut keimanan dari orang itu sebagaimana seorang manusia melepas bajunya dari arah kepalanya.” [HR al-Hâkim dari hadits Abu Hurairah Radhiyallahu anhu dan as-Suyûthi memberi symbol sahih]
Zina yang terburuk adalah menzinahi ibunya sendiri, putrinya, saudari atau mahramnya yang lain. Dalam hadits dinyatakan:
مَنْ وَقَعَ عَلَى ذَاتِ مَحْرَمٍ فَاقْتُلُوهُ
“Siapa yang menzinahi mahramnya maka bunuhlah!”[HR al-Hâkim dan beliau shahihkan]
Zina berisi seluruh kejelekan diantaranya:
1. Zina mengurangi agama seseorang
2. Zina menghilangkan sifat wara’
3. Zina merusak kehormatan dan harga diri
4. Zina mengurangi sifat cemburu
5. Pezina mendapatkan murka Allah Azza wa jalla.
6. Zina menghitamkan wajah dan menjadikannya gelap
7. Zina menggelapkan hati dan menghilang cahayanya
8. Zina mengakibatkan kefakiran yang terus menerus.
9. Zina menghilangkan kesucian pelakunya dan menjatuh nilainya dihadapan Rabbnya dan dihadapan manusia.
10. Zina mencopot sifat dan julukan terpuji seperti ‘iffah, baik, adil, amanah dari pelakunya serta menyematkan sifat cela seperti fajir, pengkhianat, fasiq dan pezina.
11. Pezina menyeburkan diri pada adzab di sebuah tungku api neraka yang bagian atasnya sempit dan bawahnya luas. Sebuah tempat yang pernah disaksikan Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk menyiksa para pezina. [HR al-Bukhâri dalam shahihnya dari sahabat Samurah bin Jundab Radhiyallahu anhu].
12. Zina menghilangkan nama baik dan menggantinya dengan al khabîts, sebuah gelar yang sematkan buat para pezina
13. Allah Subhanahu wa Ta’ala memberikan kegelisahan hati buat para pezina
14. Zina menghilangkan kewibawaan. Wibawanya akan di cabut dari hati keluarga, teman-temannya dan yang lain
15. Manusia memandangnya sebagai pengkhianat. Tidak ada seorangpun yang bisa mempercayainya mengurusi anak dan istrinya
16. Allah Azza wa jallamemberikan rasa sumpek dan susah dihati pezina
17. Pezina telah menghilangkan kesempatan dirinya untuk mendapatkan kenikmatan bersama bidadari di tempat tinggal indah di syurga
18. Perbuatan zina mendorong pelakunya berani durhaka kepada kedua orang tua, memutus kekerabatan, bisnis haram, menzhalimi orang lain dan menelantarkan istri dan keluarga
19. Perbuatan zina dikelilingi oleh perbuatan maksiat lainnya. Jadi perbuatan nista ini tidak akan terealisasi kecuali dengan didahului, dibarengi dan diiringi beragam maksiat lainnya. Perbuatan keji menyebabkan keburukan dunia dan akherat
20. Pelaku zina wajib diberi sanksi; pezina yang belum menikah didera seratus kali dan diasingkan selama setahun dari daerahnya sedangkan pelaku yang pernah menikah atau masih berkeluarga dirajam (dilempari) batu sampai mati
21. Zina merusak nasab
22. Zina menghancurkan kehormatan dan harga diri orang
23. Zina menyebabkan tersebarnya waba penyakit berbahaya, tha’un (lepra) dan tersebarnya penyakit kelamin yang umumnya sulit diobati, minimal penyakit syphilis
24. Perbuatan zina membuka peluang bagi keluarganya untuk terjerumus dalam perbuatan serupa. Dalam pepatah dikatakan :
كَمَا تَدِيْنُ تُدَانُ
“Engkau akan dibalas sesuai dengan perbuatanmu”
25. Zina menyebab balasan amalan shalihnya hilang sehingga ia bangkrut pada hari kiamat.
26. Dihari kiamat pelaku zina akan dihadapkan pada orang yang istrinya dizinai untuk diambil pahala kebaikannya sesuka sang suami sehingga tidak tersisa kebaikan sedikitpun
27. Anggota tubuh seperti tangan, kaki, kulit, telinga, mata dan lisan akan memberikan persaksian yang menyakitkan. Allah Azza wa jalla berfirman :
يَوْمَ تَشْهَدُ عَلَيْهِمْ أَلْسِنَتُهُمْ وَأَيْدِيهِمْ وَأَرْجُلُهُمْ بِمَا كَانُوا يَعْمَلُونَ (٢٤)
“Pada hari (ketika) lidah, tangan dan kaki mereka menjadi saksi atas mereka terhadap apa yang dahulu mereka kerjakan.” [an-Nûr/ 24:24].
Itulah diantara sekian banyak efek negatif dari perbuatan zina. Semua ini memberikan gambaran betapa buruk dampak perbuatan nista ini dan alangkah rendah moralitas pelakunya. Efek negatif perbuatan tak senonoh ini tidak hanya akan dirasakan oleh si pelaku tapi juga oleh sang anak yang tidak tahu-menahu. semoga Allah Azza wa jallamelindungi kami dan seluruh kaum muslimin dari perbuatan keji ini.
Diterjemahkan dari kutaib Khatarul Jarîmah al khuluqiyah, karya Syaikh Abdullah bin Jârullah bin Ibrâhîm al jârullâh
Selasa, 15 Januari 2013
WANITA PERTAMA YANG MASUK SURGA
WANITA PERTAMA YANG MASUK SURGA
Suatu ketika, Siti fatimah bertanya kepada Rasulullah. Siapakah Perempuan yang kelak pertama kali masuk surga? Rasulullah menjawab: “Dia adalah seorang wanita yang bernama Muti’ah”.
Siti Fatimah terkejut. Ternyata bukan dirinya, seperti yang dibayangkannya. Mengapa justru orang lain, padahal dia adalah putri Rosulullah sendiri? Maka timbullah keinginan fatimah untuk mengetahui siapakan gerangan permpuan itu? Dan apakah yang telah di perbuatnya hingga dia mendapat kehormatan yang begitu tinggi?
Setelah minta izin kepada suaminya, Ali Bin Abi Thalib, Siti Fatimah berngkat mencari rumah kediaman Muti’ah. Putranya yang masih kecil yang bernama Hasan diajak ikut serta.
Ketika tiba di rumah Muti’ah, Siti Fatimah mengetuk pintu seraya memberi salam, “Assalamu’alaikum…!”
“Wa’alaikumussalaam! Siapa di luar?” terdengar jawaban yang lemah lembut dari dalam rumah. Suaranya cerah dan merdu.
“Saya Fatimah, Putri Rosulullah,” sahut Fatimah kembali.
“Alhamdulillah, alangkah bahagia saya hari ini Fatimah, putri Rosululah, sudi berkunjung ke gubug saya,” terdengar kembali jawaban dari dalam. Suara itu terdengar ceria dan semakin mendekat ke pintu.
“Sendirian, Fatimah?” tanya seorang perempuan sebaya dengan Fatimah, Yaitu Muti’ah seraya membukakan pintu.
“Aku ditemani Hasan,” jawab Fatimah.
“Aduh maaf ya,” kata Muti’ah, suaranya terdengar menyesal. Saya belum mendapat izin dari suami saya untuk menerima tamu laki-laki.”
“Tapi Hasan kan masih kecil?” jelas Fatimah.
“Meskipun kecil, Hasan adalah seorang laki-laki. Besok saja Anda datang lagi, ya? saya akan minta izin dulu kepada suami saya,” kata Mutiah dengan menyesal.
Sambil menggeleng-gelengkan kepala, Fatimah pamit dan kembali pulang.
Besoknya, Fatimah dating lagi ke rumah Muti’ah, kali ini ditemani oleh Hasan dan Husain. Beritga mereka mendatangi rumah Muti’ah. Setelah memberi salam dan dijawab gembira, masih dari dalam rumah Muti’ah bertanya:
“Kau masih ditemani oleh Hasan, Fatimah? Suami saya sudah memberi izin.” “Ha? Kenapa kemarin tidak bilang? Yang dapat izin cuma Hasan, dan Husain belum. Terpaksa saya tidak bisa menerimanya juga, “dengan perasaan menyesal, Muti’ah kai ini juga menolak.
Hari itu Fatimah gagal lagi untuk bertemu dengan Muti’ah. Dan keesokan harinya Fatimah kembali lagi, mereka disambut baik oleh perempuan itu dirumahnya.
Keadaan rumah Mutiah sangat sederhana, tak ada satupun perabot mewah yang menghiasi rumah itu. Namun, semuanya teratur rapi. Tempat tidur yang terbuat dengan kasar juga terlihat bersih, alasnya yang putih, dan baru dicuci. Bau dalam ruangan itu harum dan sangat segar, membuat orang betah tinggal di rumah.
Fatimah sangat kagum melihat suasana yang sangat menyenangkan itu, sehngga Hasan dan Husain yang biasanya tak begitu betah betah berada di rumah orang, kali ini nampak asyik bermain-main.
“Maaf ya, saya tak bisa menemani Fatimah duduk dengan tenang, sebab saya harus menyiapkan makan buat suami saya,” kata Mutiah sambil mondar mandir dari dapur ke ruang tamu.
Mendekati tengah hari, maskan itu sudah siap semuanya, kemudian ditaruh di atas nampan. Mutiah mengambil cambuk, yang juga ditaruh di atas nampan.
“Suamimu bekerja dimana?” Tanya Fatimah
“Di ladang,” jawab Muti’ah.
“Pengembala?” Tanya Fatimah lagi.
“Bukan. Bercocok tanam.”
“Tapi, mengapa kau bawakan cambuk?”
“Oh, itu?” sahut Mutiah denga tersenyu.” Cambuk itu kusediakan untuk keperluan lain. Maksudnya begini, kalau suami saya sedang makan, lalu kutanyakan apakah maskan saya cocok atau tidak? Kalau dia mengatakan cocok, maka tak akan terjadi apa-apa. Tetapi kalau dia bilang tidak cocok, cambuk itu akan saya berikan kepadanya, agar punggung saya dicambuknya, sebab berarti saya tidak bisa melayani suami dan menyenangkan hatinya.”
“Apakah itu kehendak suamimu?” Tanya Fatimah keheranan.
“Oh, bukan! Suami saya adalah seorang penuh kasih sayang. Ini semua adalah kehendakku sendiri, agar aku jangan sampai menjadi istri yang durhaka kepada suami.”
Mendengar penjelasan itu, Fatimah menggeleng-gelengkan kepala. Kemudian ia meminta diri, pamit pulang.
“Pantas kalau Muti’ah kelak menjadi seorang perempuan yang pertama kali masuk surga,” kata Fatimah dalam hati, di tengah perjalannya pulang, “Dia sangat berbakti kepada suami dengan tulus. Prilaku kesetiaan semacam itu bukanlah lambang perbudadakan wanita oleh kaum lelaki, Tapi merupakan cermin bagi citra ketulusan dan pengorbanan kaum wanita yang harus dihargai dengan prilaku yang sama.”
Tak hanya itu, saat itu masih ada benda kipas dan kain kecil.
“Buat apa benda ini Muthi’ah?” Siti Muthi’ah tersenyam malu. Namun setelah didesak iapun bercerita. “Engkau tahu Fatimah, suamiku seorang pekerja keras memeras keringat dari hari ke hari. Aku sangat sayang dan hormat kepadanya. Begitu kulihat ia pulang kerja, cepat-cepat kusambut kedatangannya. Kubuka bajunya, kulap tubuhnya dengan kain kecil ini hingga kering keringatnya. Ia-pun berbaring ditempat tidur melepas lelah, lalu aku kipasi beliau hingga lelahnya hilang atau tertidur pulas”
Sungguh mulia Siti Muthi’ah, wanita yang taat kepada suaminya. maka tidaklah salah jika dia wanita pertama yang masuk surga.
BERHENTILAH MENGELUH
BERHENTILAH MENGELUH
Kisah ini menceritakan sepasang suami istri yang memiliki tujuh orang anak. Suatu hari, suaminya melihat sang istri sedang menangis sambil memasak makanan.
Melihat hal itu, suami bertanya, “Wahai Istriku, apa yang terjadi denganmu? Apa yang membuatmu menangis?”
“Aku menangis karena merasa sangat lelah dalam mengurus keluarga dan melakukan semua pekerjaan rumah,” sahutnya. “Aku mengurus tujuh anak kita dengan berbagai tabiat mereka. Aku harus menyediakan makanan, membereskan rumah, mencuci baju yang sangat banyak. Aku bekerja 24 jam sehari. Rasanya, aku tidak sanggup lagi untuk melakukan semua ini.”
Sang suami tersenyum. “Apa yang harus aku lakukan?” tanyanya.
“Tolong carikan aku budak perempuan yang dapat membantuku mengurus semuanya.”
“Tentu saja, aku akan mencarikannya. Tapi, tolong dengarkan aku sebentar saja,” kata sang suami sambil membelai istrinya dengan penuh kasih sayang.
“Allah senantiasa membantu hamba-Nya yang tidak pernah berputus asa dan ikhlas dalam mengerjakan apa pun yang mengandung kebaikan. Kau adalah seorang istri yang sangat sabar dalam menjaga keluargamu, seorang ibu yang menjadi teladan bagi ketujuh anakmu, dan menjadi pendampingku yang salihah dengan beratnya tugas-tugasmu. Aku bisa saja mencarikan seorang Pembantu untuk meringankan pekerjaanmu. Namun, jika kau tetap mengerjakan semua kebaikan itu untuk keluarga kita maka Allah akan menghapus semua salah dan dosamu.” Ujar suaminya.
Sang suami kemudian berkata lagi, “Istriku yang salihah, perempuan yang tidak pernah lelah menjaga keluarganya dan ikhlas dengan apa yang dilakukannya; Allah akan menetapkan setiap butiran keringatnya menjadi kebaikan yang dapat melebur keburukannya sekaligus mengangkat derajatnya.”
Sang suami membelai istrinya yang masih terisak menahan malu, lalu diajaknya duduk santai di ruang dapur mungil yang sangat sederhana itu, lalu Sang suami melanjutkan nasehatnya,
“Coba ingat kembali wasiat Rasulullah SAW kepada Fatimah putri Beliau, yang dipersunting Ali Bin Abi Thalib yang sangat miskin, yang ketika itu juga sedang mengeluh kepada Ayahnya Rasulullah SAW karena tangannya yang dulunya halus kini berubah menjadi kasar dan lecet-lecet karena setiap hari harus menumbuk gandum sendiri, mengolah dan memasaknya. Ada 10 WASIAT Beliau kepada putrinya:
1. Wahai Fatimah! Sesungguhnya wanita yang membuat tepung untuk suami dan anak-anaknya, kelak Allah akan tetapkan baginya kebaikan dari setiap biji gandum yang diadonnya, dan juga Allah akan melebur kejelekan serta meningkatkan derajatnya.
2. Wahai Fatimah! Sesungguhnya wanita yang berkeringat ketika menumbuk tepung untuk suami dan anak-anaknya, niscaya Allah akan menjadikan antara neraka dan dirinya tujuh tabir pemisah.
3. Wahai Fatimah! Sesungguhnya wanita yang meminyaki rambut anak-anaknya lalu menyisirnya dan kemudian mencuci pakaiannya, maka Allah akan tetapkan pahala baginya seperti pahala memberi makan seribu orang yang kelaparan dan memberi pakaian seribu orang yang telanjang.
4. Wahai Fatimah! Sesungguhnya wanita yang membantu kebutuhan tetangga-tetang ganya, maka Allah akan membantunya untuk dapat meminum Telaga Kautsar pada hari kiamat nanti.
5. Wahai Fatimah! Yang lebih utama dari seluruh keutamaan di atas adalah keridhaan suami terhadap istri. Andaikata suamimu tidak ridha kepadamu,maka aku tidak akan mendoakanmu. Ketahuilah Fatimah, kemarahan suami adalah kemurkaan Allah.
6. Wahai Fatimah! Di saat seorang wanita hamil, maka malaikat memohonkan ampunan baginya, dan Allah tetapkan baginya setiap hari seribu kebaikan, serta melebur seribu kejelakan. Ketika seorang wanita merasa sakit akan melahirkan, maka Allah tetapkan pahala baginya sama dengan pahala para Pejuang Allah. Di saat seorang wanita melahirkan kandungannya, maka bersihlah dosa-dosanya seperti ketika dia dilahirkan dari kandungan ibunya. Di saat seorang wanita meninggal karena melahirkan, maka dia tidak akan membawa dosa sedikit pun, di dalam kubur akan mendapat taman yang indah yang merupakan bagian dari taman surga. Allah memberikan padanya pahala yang sama dengan pahala seribu orang yang melaksanakan ibadah haji dan umrah, dan seribu malaikat memohonkan ampunan baginya hingga hari kiamat.
7. Wahai Fatimah! Di saat seorang istri melayani suaminya selama sehari semalam, dengan rasa senang dan ikhlas, maka Allah akan mengampuni dosa-dosanya serta memakaikan pakaian padanya di hari kiamat berupa pakaian yang serba hijau, dan menetapkan baginya setiap rambut pada tubuhnya seribu kebaikan. Allah pun akan memberikan kepadanya pahala seratus kali ibadah haji dan umrah.
8. Wahai Fatimah! Di saat seorang istri tersenyum di hadapan suaminya, maka Allah akan memandangnya dengan pandangan penuh kasih.
9. Wahai Fatimah! Di saat seorang istri membentangkan alas tidur untuk suaminya dengan rasa senang hati, maka para malaikat yang memanggil dari langit menyeru wanita itu agar menyaksikan pahala amalnya, dan Allah mengampuni dosa-dosanya yang telah lalu dan yang akan datang.
10. Wahai Fatimah! Di saat seorang wanita meminyaki kepala suami dan menyisirnya, meminyaki jenggotnya dan memotong kumisnya serta kuku-kukunya, maka Allah akan memberi minuman yang dikemas indah kepadanya, yang didatangkan dari sungai-sungai surga. Allah pun akan mempermudah sakaratul maut baginya, serta menjadikan kuburnya bagian dari taman surga. Allah pun menetapkan baginya bebas dari siksa neraka serta dapat melintasi shirathal mustaqim dengan selamat.
Istrinya pun menangis karena merasa malu. Sejak itu, dia tak pernah lagi mengeluh.
Subhaanallah, wasiat ini merupakan mutiara termahal nilainya, khususnya bagi setiap istri yang mendambakan kesalehan.
Betapa agung dan mulia-nya posisi wanita dalam rumah tangga ketia ia rela dan ikhlas menjalani fitrahnya sebagai seorang istri.
BETAPA LUASNYA NERAKA ITU
BETAPA LUASNYA NERAKA ITU
Yazid Arraqqasyi dari Anas bin Malik ra. berkata:
Jibril datang kepada Nabi SAW pada waktu yang ia tidak biasa datang dalam keadaan berubah mukanya, maka ditanya oleh Nabi SAW: 'Mengapa aku melihat kau berubah muka?'
Jawabnya: 'Ya Muhammad, aku datang kepadamu di saat Allah menyuruh supaya dikobarkan penyalaan api neraka, maka tidak layak bagi orang yg mengetahui bahwa neraka Jahannam itu benar, dan siksa kubur itu benar, dan siksa Allah itu terbesar untuk bersuka-suka sebelum ia merasa aman dari padanya.'
Lalu Nabi SAW bersabda: 'Ya Jibrail, jelaskan padaku sifat Jahannam itu.'
Jawabnya: 'Ya... Ketika Allah menjadikan Jahannam, maka dinyalakan selama seribu tahun, sehingga merah, kemudian dilanjutkan seribu tahun sehingga putih, kemudian seribu tahun sehingga hitam, maka ia hitam gelap, tidak pernah padam nyala dan baranya.
Demi Allah yg mengutus engkau dengan hak, andaikan terbuka sebesar lubang jarum niscaya akan dapat membakar penduduk dunia semuanya karena panasnya.
Demi Allah yang mengutus engkau dengan hak, andaikan satu baju ahli neraka itu digantung di antara langit dan bumi, niscaya akan mati penduduk bumi karena panas dan basinya.
Demi Allah yang mengutus engkau dengan hak, andaikan satu pergelangan dari rantai yang disebut dalam Al-Qur'an itu diletakkan di atas bukit, niscaya akan cair sampai ke bawah bumi yang ke tujuh.
Demi Allah yang mengutus engkau dengan hak, andaikan seorang di hujung barat tersiksa, niscaya akan terbakar orang-orang yang di hujung timur karena sangat panasnya, Jahannam itu sangat dalam dan perhiasannya besi dan minumannya air panas campur nanah dan pakaiannya potongan-potongan api.
Api neraka itu ada tujuh pintu, tiap-tiap pintu ada bagiannya yang tertentu dari orang laki-laki dan perempuan.'
Nabi SAW bertanya: 'Apakah pintu-pintunya bagaikan pintu-pintu rumah kami?'
Jawabnya: 'Tidak, tetapi selalu terbuka, setengahnya di bawah dari lainnya, dari pintu ke pintu jarak perjalanan 70,000 tahun, tiap pintu lebih panas dari yang lain 70 kali ganda.' (artinya: yaitu yang lebih bawah lebih panas)
Tanya Rasulullah SAW: 'Siapakah penduduk masing-masing pintu?'
Jawab Jibril:
'Pintu yang terbawah untuk orang-orang munafik, dan orang-orang yang kafir setelah diturunkan hidangan mukjizat Nabi Isa AS. serta keluarga Fir'aun namanya Al-Hawiyah.
Pintu kedua tempat orang-orang Musyrikin bernama Jahim,
Pintu ketiga tempat orang Shobi'in bernama Saqar.
Pintu ke empat tempat Iblis dan pengikutnya dari kaum majusi bernama Ladha,
Pintu kelima orang Yahudi bernama Huthomah.
Pintu ke enam tempat orang Nasara bernama Sa'eir.'
Kemudian Jibril diam sejenak... Segan pada Rasulullah SAW, sehingga ditanya: 'Mengapa tidak kau terangkan penduduk pintu ke tujuh?'
Jawabnya: 'Di dalamnya orang-orang yang berdosa besar dari ummatmu yang sampai mati belum sempat bertaubat.'
Maka Nabi SAW jatuh pingsan ketika mendengar keterangan itu, sehingga Jibril meletakkan kepala Nabi SAW di pangkuannya sehingga sadar kembali dan sesudah sadar Nabi SAW bersabda: 'Ya Jibril, sungguh besar kerisauanku dan sangat sedihku, apakah ada seorang dari ummat ku yang akan masuk ke dalam neraka?'
Jawabnya: 'Ya, yaitu orang yang berdosa besar dari ummatmu.'
Kemudian Nabi SAW menangis, Jibrail juga menangis, kemudian Nabi SAW masuk ke dalam rumahnya dan tidak keluar, kecuali untuk sembahyang kemudian kembali dan tidak berbicara dengan orang dan bila sembahyang selalu menangis dan minta kepada Allah (dipetik dari kitab 'Peringatan Bagi Yang Lalai').
Dari Hadits Qudsi:
Bagaimana kamu masih boleh melakukan maksiat sedangkan kamu tak dapat bertahan dengan panasnya terik matahari-Ku.
Tahukah kamu bahawa neraka jahanamKu itu:
1. Neraka Jahanam itu mempunyai 7 tingkat
2. Setiap tingkat mempunyai 70,000 daerah
3. Setiap daerah mempunyai 70,000 kampung
4. Setiap kampung mempunyai 70,000 rumah
5. Setiap rumah mempunyai 70,000 bilik
6. Setiap bilik mempunyai 70,000 kotak
7. Setiap kotak mempunyai 70,000 batang pokok zarqum
8. Di bawah setiap pokok zarqum mempunyai 70,000 ekor ular
9. Di dalam mulut setiap ular yang panjang 70 hasta mengandungi lautan racun yang hitam pekat.
10. Juga di bawah setiap pokok zarqum mempunyai 70,000 rantai
11. Setiap rantai diseret oleh 70,000 malaikat
Mudah-mudahan, hal ini dapat menimbulkan keinsyafan kepada kita semua... Wallahu a'lam.
Al-Qur'an Surat Al-Baqarah Ayat 159 :
"Sesungguhnya orang-orang yang menyembunyikan apa yang telah Kami turunkan dari keterangan-keterangan dan petunjuk hidayat, sesudah Kami terangkannya kepada manusia di dalam Kitab Suci, mereka itu dilaknat oleh Allah dan dilaknat oleh sekalian makhluk.
Rabu, 31 Oktober 2012
Bertaubat dari Zina Mata Mengantarnya Ke Surga
Bertaubat dari Zina Mata Mengantarnya Ke Surga
Bertaubat dari Zina Mata Mengantarnya Ke Surga - Sesungguhnya, ia tak sengaja. Waktu itu ada misi yang harus dikerjakannya. Kesalahannya –kalau boleh dibilang begitu- hanya satu; ia tidak konsentrasi. Ia menoleh ke arah lain. Mengarahkan pandangannya ke rumah di kota itu.
Ia tengah menjalankan tugas dari Rasulullah SAW untuk suatu keperluan. Di tengah jalan, "bencana" datang menyapanya. Sewaktu melayangkan pandang ke salah satu rumah yang tidak tertutup pintunya, terlihatlah olehnya wanita yang sedang mandi. Mungkin hanya dalam hitungan detik, bukan menit.
Wajahnya mendadak pucat, tubuhnya gemetar ketakutan. Ia segera berlari melewati rumah demi rumah, kampung demi kampung, hingga keluar Madinah. Ia tiba di sebuah padang pasir yang sepi. Di sana ia menangis sejadi-jadinya. Menyesali apa yang telah dilihatnya. Dengan derai air mata dan suara yang tersisa ia memohon ampunan Rabbnya.
Rasulullah kehilangan sahabat ini untuk satu hari. Beliau bertanya-tanya, tetapi sahabat yang lain tidak juga mengetahui keberadaannya. Hingga berlalulah empat puluh hari. Akhirnya malaikat datang mewahyukan di mana ia berada. Umar dan Salman ditugasi Sang Nabi untuk menjemputnya.
Dengan susah payah Umar berhasil menemukannya. Ia memeluk sahabat itu penuh rindu. “Wahai Umar, tahukah Rasulullah SAW tentang dosaku", tanyanya penuh kekhawatiran. “Aku tidak tahu permasalahan itu. Yang jelas, Rasulullah menugaskan kami untuk mencarimu.”
“Wahai Umar, satu permohonanku padamu. Jangan kau bawa aku menghadap Rasulullah, kecuali ketika beliau sedang shalat.”
Sesampainya di Madinah dan mendapati Rasulullah membaca Al-Qur'an dalam shalatnya, sahabat ini pingsan. Ia jatuh sakit hingga berhari-hari. Ketika Rasulullah tahu kondisinya dan menjenguk ke sana, ia masih saja khawatir akan dosanya. “Apa yang kau rasakan?” Rasulullah bertanya kepada sahabat yang kini telah berada dalam pangkuannya ini. “Seolah semut merayap di antara tulangku, dagingku dan kulitku”.
“Apa yang kau inginkan?” tanya beliau lagi. “Ampunan Rabbku”, jawabnya penuh harap. Tak lama kemudian Jibril menyampaikan wahyu, “Wahai Muhammad, Rabbmu mengirimkan salam untukmu. Dia berfirman padamu, ‘Seandainya hambaKu ini datang padaKu dengan kesalahan yang memenuhi bumi, tentulah Aku akan menemuinya dengan ampunan sebanyak itu pula.”
Ketika Rasulullah SAW memberitahu wahyu ini kepadanya, sahabat ini meninggal seketika. Namanya Tsa'labah.
Tsa'labah. Ia mengajarkan kepada kita untuk bertaubat, bahkan dari kemaksiatan yang –oleh orang di zaman sekarang- tidak dianggap. Ia mengajarkan kepada kita untuk bertaubat, meskipun dari kesalahan yang sebenarnya tidak disengaja.
Ah... memang begitulah orang-orang shalih itu selalu mempesona. Mereka memiliki ketakutan yang luar biasa kepada Tuhannya hingga senantiasa sensitif terhadap dosa. Dan dari sana ia bergerak cepat menuju keridhaan Rabbnya. Bertaubat, mengejar akhirat. Dunia seakan dicampakkan begitu saja. Dan pada akhirnya... itu membawa mereka ke surga.
Beruntunglah Tsa'labah... dan orang-orang shalih yang mengambil jalan yang sama; taubatan nasuha. Ia tidak berapologik bahwa itu bukan kesalahannya; justru ia sangat cemas bahwa apa yang dilihatnya, meskipun tidak lama, sudah masuk pada tataran zina. "…Dua mata zinanya melihat, dua telinga zinanya mendengar, lidah zinanya berbicara, tangan zinanya menyentuh,…" sabda Rasulullah yang diriwayatkan oleh Imam Muslim ini demikian menancap di jiwa, menggerakkannya untuk bertaubat saat itu juga.
Beruntunglah mereka yang menyadari kesalahannya, atau bahkan merasa bersalah meskipun tidak sengaja, lalu menghampiri ampunan Allah dengan taubatnya. “Setiap bani Adam (pernah) berbuat salah," sabda Rasulullah dalam kesempatan lain yang direkam oleh Imam Tirmidzi, "dan sebaik-baik orang yang berbuat salah adalah orang-orang yang bertaubat.”
Mungkin ada orang-orang yang memandang orang Shalih seperti Tsa'labah dengan tatapan hina. Menjustifikasinya sebagai orang yang melakukan kesalahan besar. Mungkin disebabkan mereka tidak tahu, bahwa justru dari kesalahan itu ia memperoleh derajat mulia di sisi Rabbnya. Dari kacamata dunia mungkin "sejarah" Tsa'labah berakhir di sana; ia menyendiri, sakit, lalu mati. Namun dalam pandangan Allah, Rasul-Nya, kemudian kaum mukminin yang ditunjukkan Allah akan hakikatnya, Tsa'labah memperoleh keberuntungan luar biasa; ridha Allah dan surga-Nya.
Ya Allah... jadikanlah kami hamba-hambaMu yang bertaubat, janganlah Engkau benamkan kami dalam golongan orang-orang yang mencari kesalahan saudara kami dan merasa lebih baik dari mereka yang telah menangisi kesalahannya, menyesali dosanya, dan bersimpuh pada-Mu dengan taubat nasuha...
Ya Allah... jika hari ini kami masih dinilai mulia oleh manusia, itu hanya karena Engkau tidak membuka semua aib diri ini kepada mereka. Maka tutupilah aib kami yang telah terukir di masa lalu dengan ampunanmu... lindungilah kami dari aib baru dengan taqwa kepadaMu.
Ya Allah... janganlah Engkau uji kami dengan ujian yang kami tidak sanggup memikulnya. Jangan biarkan hambaMu ini sendirian dalam menghadapi beratnya kehidupan dunia yang sering menyeret jiwa dalam lembah noda, memelesetkan kaki dalam jerembab dosa, atau membuat kami terpelanting dalam jurang nista...
Ya Rabb... jika Engkau nampakkan kesalahan kami untuk memperbaiki kami, jadikanlah kami ridha menerimanya dengan segera bertaubat kepadaMu dan meningkatkan kualitas diri kami. Namun jika apa yang menimpa saudara-saudara kami seiman adalah tipu daya, sungguh... hanya kepada-Mu kami mengadukan kelemahan kami, kurangnya kekuatan kami, dan rapuhnya siasat kami berhadapan dengan manusia.
Wahai Dzat yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, Engkaulah Pelindung bagi orang lemah, dan Engkau jualah pelindung kami! Kepada siapakah kami hendak Engkau serahkan? Kepada orang-orang yang tidak menyukai kami, ataukah kepada musuh yang akan menguasai diri kami? Jika Engkau tidak murka kepada kami, maka itu semua tak kami hiraukan, karena sungguh besar nikmat yang telah Engkau limpahkan kepada kami. Kami berlindung pada sinar cahaya wajah-Mu, yang menerangi kegelapan dan mendatangkan kebajikan di dunia dan di akhirat, dari murka-Mu yang hendak Engkau turunkan kepada kami. Hanya Engkaulah yang berhak menegur dan mempersalahkan diri kami hingga Engkau berkenan. Sungguh tiada daya dan kekuatan apapun melainkan atas perkenan-Mu”.
Jumat, 18 Mei 2012
Kisah Taubat Pembunuh 100 Jiwa
Bismillah....
Kisah ini diriwayatkan dari Abu Sa’id Sa’ad bin Malik bin Sinaan Al Khudri rodhiyallohu ‘anhu, Nabi shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Dahulu pada masa sebelum kalian ada seseorang yang membunuh 99 jiwa, lalu ia bertanya tentang orang yang paling alim di muka bumi, maka ia ditunjukkan kepada seorang rahib (ahli ibadah), lalu ia mendatangi rahib tersebut dan berkata, ‘Jika ada orang yang membunuh 99 jiwa, apa taubatnya bisa diterima?’ Rahib pun menjawab, ‘Tidak.’ Lalu orang tersebut membunuh rahib itu sehingga genap sudah dia membunuh 100 nyawa. Kemudian ia kembali bertanya tentang orang yang paling alim di muka bumi, lalu ia ditunjukkan kepada seorang yang ‘alim, lalu dia berkata, ‘Jika ada orang telah membunuh 100 jiwa, apakah masih ada pintu taubat untuknya?’ Orang alim itu pun menjawab, ‘Ya Siapakah yang menghalangi nya untuk bertaubat? Pergilah ke daerah ini karena di sana terdapat sekelompok orang yang menyembah Alloh Ta’ala, maka sembahlah Alloh bersama mereka dan janganlah kembali ke daerahmu yang dulu karena daerah tersebut adalah daerah yang jelek.’ Laki-laki ini lantas pergi menuju tempat yang ditunjukkan oleh orang alim tersebut. Ketika sampai di tengah perjalanan, maut menjemputnya. Maka terjadilah perselisihan antara malaikat rahmat dan malaikat azab. Malaikat rahmat berkata, ‘Orang ini pergi untuk bertaubat dengan menghadapkan hatinya kepada Alloh’. Sedangkan malaikat azab berkata, ‘Sesungguhnya orang ini belum pernah melakukan kebaikan sedikit pun’. Lalu datanglah malaikat lain dalam bentuk manusia, mereka pun sepakat untuk menjadikan malaikat ini sebagai juru damai. Malaikat ini berkata, ‘Ukurlah jarak kedua tempat tersebut (jarak antara tempat jelek yang dia tinggalkan dengan tempat yang baik yang ia tuju,pen.), daerah yang jaraknya lebih dekat, maka daerah tersebut yang berhak atas orang ini.’ Mereka pun mengukur jarak kedua tempat tersebut dan teryata orang ini lebih dekat dengan tempat yang ia tuju, Oleh karena itu ruhnya dibawa oleh malaikat rahmat.” (HR. Bukhori & Muslim)
Wahai saudaraku, siapakah yang dapat menghalangi dari pintu taubat? Laki-laki ini telah membunuh 100 nyawa dan dia telah Alloh ampuni. Jika demikian mengapa Anda berputus asa dari rohmat Alloh dan ampunan-Nya yang begitu luas ??!
Pesan yang Terkandung Dalam Kisah di Atas
Pertama: Pembunuh masih memiliki kesempatan untuk bertaubat. Dalilnya adalah firman Alloh yang artinya, “Sesungguhnya Alloh tidak akan mengampuni dosa syirik, namun Dia mengampuni dosa-dosa di bawah syirik, bagi siapa yang Dia kehendaki.” (An Nisaa’: 48). Yaitu Alloh mengampuni dosa-dosa di bawah syirik, apabila Dia menghendaki. Ini merupakan pendapat mayoritas para ulama. Ayat ini juga menunjukkan tentang keutamaan ikhlas dan ikhlas merupakan sebab dosa terampuni.
Kedua: Hati ahli maksiat lebih mudah tergugah untuk bertaubat kepada Alloh daripada ahli bid’ah karena dia merasa berbuat salah.
Ketiga: Orang yang berilmu lebih utama daripada ahli ibadah karena ahli ibadah yang jahil (bodoh) terkadang dengan kejahilannya bertindak ‘ngawur’ sekalipun menurut dia hal itu baik. Bertitik tolak dari hal ini dapat diketahui bahwa orang yang terjun berdakwah, harus memiliki ilmu agar tidak membuat kerusakan yang lebih besar.
Keeempat: Orang yang bertaubat hendaknya berpindah dari lingkungan yang jelek ke lingkungan yang baik. Karena bergaul dengan orang-orang sholeh merupakan penyebab iman menjadi kuat dan tipu daya syaithon makin lemah.
2030, Pemeluk Islam Capai 2,2 Miliar Jiwa
Muslim Rusia shalat berjamaah di udara dingin
Berita Terkait
Islam Satukan Suara Hadapi Pemilu AS
Baptis Gadis Muslim, Seorang Pendeta Diculik
Presiden Uganda Harapkan Muslim Bersatu
Islam di Burundi: Geliat Islam di Tengah Konflik
Newcastle Sediakan Mushala untuk Pemain Muslim
REPUBLIKA.CO.ID, SOUTHERN CALIFORNIA -- Populasi Muslim di seluruh dunia naik pesat. Pew Research Center’s Forum on Religion & Public Life memperkirakan populasi Muslim akan tumbuh mencapai 35 persen dari total populasi dunia pada 20 tahun mendatang.
Jika pada 2010 jumlah pemeluk Islam mencapai 1,6 miliar jiwa, maka pada 2030 akan mencapai 2,2 miliar jiwa. Menurut lembaga itu, pertumbuhan jumlah umat Islam dua kali lebih besar dibandingkan non-Muslim pada dua dekade mendatang. Jika pertumbuhan jumlah umat Islam rata-rata mencapai 1,5 persen, maka non-Muslim hanya 0,7 persen.
Menyikapi fenomena itu, Direktur Islamic Center Southern California, Imam Jihad Turk menilai ada dua faktor yang menyebabkan populasi muslim meningkat pesat, pertama adalah angka kelahiran tinggi di kalangan umat Islam. Dan kedua, berbondong-bondongnya non-Muslim memeluk Islam.
"Tingkat kelahiran merupakan faktor utama yang memberikan sumbangsih. Sementara, faktor konversi lebih banyak karena pernikahan," kata dia seperti dikutip neontommy.com, Selasa (8/5).
Moises Gonzalez, yang baru saja memeluk Islam, merupakan contoh dari tren pernikahan yang dijelaskan Turk. "Saya jatuh cinta dengan seorang Muslimah. Sebagai bentuk keseriusan, saya memutuskan untuk berpindah agama," ungkap Gonzalez, yang saat ini tidak lagi mengkonsumsi babi dan alkohol semenjak memeluk Islam.
Hal serupa juga dialami Ti Miekel. Sebelumnya, ia tidak memeluk agama apapun. Namun, saat bertemu dengan suaminya, ia sadar harus membuat langkah perubahan. Salah satunya adalah memeluk agama."Suamiku tidak pernah memintaku untuk memeluk Islam Jadi, keputusanku memeluk Islam atas pilihan pribadi," kenang dia.
Sebelum Mikkel memeluk Islam, ia telah mencoba untuk mengenakan jilbab layaknya muslimah lain. Ia pun merasakan ketenangan. "Aku tidak memiliki masalah dengan tata cara berpakaian. Tapi aku melihat jilbab, sebuah pakaian yang memberikan kenyamanan," kata dia.
Sementara itu, Wakil Direktur Islamic Center Southern California, Soha Yassine, meningkatnya populasi muslim dibarengi dengan meningkatnya tentangan yang harus dihadapi muslim. Sebabnya, generasi baru muslim perlu untuk tumbuh dalam lingkungan dimana mereka dapat berbicara secara terbuka atas masalah yang mereka hadapi.
"Penting untuk diketahui generasi baru muslim untuk memahami bahwa menjadi muslim dan seorang warga AS tidaklah ekslusif," kara dia.
Turk menambahkan, kesalahpahaman tentang Islam merupakan pekerjaan rumah bagi setiap muslim. Adalah tugas seorang muslim untuk meluruskan hal itu. Harapannya esensi Islam sebagai agama cinta damai dapat dipahami. "Kebanyakan orang sekarang ini berpikir Islam adalah agama kekerasan. Padahal itu tidak benar," pungkasnya.
Rabu, 09 Mei 2012
Menjadi Pengusaha Itu Sunnah, Tapi Tangan Di Atas Wajib
Characterpreneur, adalah singkatan yang berasal dari 2 suku kata yaitucharacter dan enterpreneur. Character, menurut kamus Poerwadarminta adalah tabiat, watak, sifat-sifat kejiwaan , akhlak ataupun budi pekerti yang mencirikan seseorang..
Secara bahasa, pengertian enterpreneur secara umum adalah seseorang yang menciptakan sebuah bisnis baru dalam menghadapi resiko dan ketidakpastian untuk mencapai keuntungan dan pertumbuhan.
Secara sempit enterpreneur dipandang adalah seorang pedagang (businessman). Namun pengertian/pendapat Joseph Schumpeter dipakai oleh banyak kalangan luas. Yaitu, seorang enterpreneur tidak selalu pedagang atau seorang manager; ia adalah orang yang unik yang berpembawaan pengambil resiko dan yang memperkenalkan produk-produk inovatif dan teknologi baru ke dalam perekenomian.
Selain konteks bisnis, kita juga mengenal yang namanya social enterpreneur.Social enterpreneur, dimotivasi oleh keinginan untuk membantu, meningkatkan dan mengubah lingkungan sosial
Secara bebas, menurut saya pengertian character-enterprener, selanjutnya disingkat menjadi characterpreneur adalah seseorang atau kelompok yang mengadakan usaha inovatif yang mempunyai karakter atau watak khusus yang mulia, yang memberikan manfaat perubahaan pada lingkungan atau masyarakatnya.
Pengusaha yang Berkarakter
Mengutip ucapan Nietzsche, “Seni demi seni, ilmu demi ilmu atau puisi demi puisi adalah kedok yang digunakan untuk menutupi watak jahat seniman atau ilmuwan serta memberikan pembenaran atas sikapnya dalam menghindari tanggungjawab sosial.” Kalau saya perluas, “Bisnis demi bisnis adalah kedok jahat yang digunakan oleh pengusaha untuk menutupi sifat jahatnya serta memberikan pembenaran atas sikapnya mencari untung dan menghindari tangungjawab sosial.”
Kalimat di atas memang sedikit keras, tapi hal ini perlu dijelaskan. Karena dalam hidup ini tidak ada yang namanya bebas nilai. Ada kaidah lain yang melekat pada bisnis. Sebab pada sebuah realitas ada motif di belakang penciptaannya. Ekonomi sebagai sebuah ilmu, adalah suatu cabang dari filsafat; sebagai sebuah pencarian manusia atas realitas, lingkungan, penciptaan sesuatu, dan atas “Sesuatu” yang melingkupi segala sesuatu.
Ketika agama datang, sesungguhnya pada prinsipnya filsafat telah selesai. Terjawab sudah pertanyaan mendasar manusia. Para Rasul datang membawa nilai yang melengkapi semua persoalan manusia, memberi nilai atas semua tindak, dan sifat atau karakter manusia. Tidak semata tata ibadah syariah belaka tapi termasuk nilai hidup dalam bermasyarakat dan berdagang dibawanya.
Kegiatan ekonomi atau perdagangan telah ada sebelum zaman kenabian terakhir. Sudah tentu masyarakat zaman itu telah punya karakter atau akhlaknya sendiri. Lalu Nabi Saw yang berlatar pedagang datang membawa misi untuk menyempurnakan akhlak yang mulia.
Contoh terbaik adalah para Nabi dan Sahabat Nabi. Hampir semua Nabi dan sahabatnya adalah para pedagang. Mereka telah menyontohkan adab dan akhlak berdagang. Tidak semata mencari keuntungan, tapi juga membangun sosial kemasyarakatan. Ada kaidah-kaidah yang dibawa mereka.
Menjadi seorang pengusaha tidaklah semata memikirkan untung-rugi belaka yang hanya dihitung secara matematis ekonomi. Dia haruslah menghitung juga secara matematis sosial. Setiap barang yang diproduksi, tidak dipikirkan semata mencari untung, tapi adakah akibat negatif pada masyarakat yang ditimbulkannya? Pada setiap produk yang dijual, adakah racun atau candu di dalamnya? Pada setiap media yang dikeluarkannya, adakah berdampak pada kerusakan generasi?
Mudah saja mengimpor produk luar dengan harga murah, banyak untung yang akan didapat. Tapi tak terpikirkah bahwa ada sekian banyak petani, nelayan dan pedagang lokal yang akan terkapar kalah? Produksi saja konten yang mengikut selera dasar primitif manusia, tapi terpikirkah bahwa sama saja kita telah merusak sekian generasi?
Pada hari ini kita gampang saja menemukan banyak pengusaha yang sukses dengan bisnisnya. Banyak orang kaya atau konglemerat yang muncul. Sebagai seorang pengusaha pemula, mudah saja kita menjadikan mereka sebagai idola dan menjadikannya model dalam berusaha. Tapi pernahkah kita secara kritis menilai mereka? Sudahkah usaha yang dijalankannya beretika dan bernilai secara sosial serta apa efek jangka panjang yang ditimbulkannya?
Karakter yang mulia haruslah melekat pada diri seorang Pengusaha.
Pengusaha yang berkarakter mulia haruslah visioner, idealis, jujur, amanah, tidak semata mencari untung jangka pendek. Dia tidaklah semata mengikut kepada selera pasar. Kalau perlu dia membentuk pasar (social engineering). Pengusaha yang mulia tidaklah menjadikan manusia sebagai obyek pencari keuntungan. Ia mempunyai misi dalam hidupnya.
Bisnis tidaklah bebas nilai, ia haruslah berpegang pada landasan moral etika. Tidak berprinsp sekuler dalam bisnis. Memisahkan kegiatan ekonomi dari moral-etika, dan lupa pada efek sosial dan kebudayaan.
Tangan Di Atas Sebagai Sebuah Ideologi, eh Gerakan Perubahan
Nabi Muhammad Saw pernah menyatakan bahwa, “Tangan di atas lebih baik dari tangan di bawah.” Terinspirasi oleh hadis ini tercetuslah sebuah komunitas yang bernama Tangan Di Atas (TDA), sebagai sebuah kelompok yang senang berbagi dan berbagi senang dengan memilih berwirausaha sebagai aktivitas para anggotanya.
Menyambung dengan hadis Nabi Saw yang lainnya, “Sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi orang lain”. TDA mendefinisikan caranya sendiri menjadi manfaat bagi sesama dengan cara berwirausaha.
TDA didirikan oleh para anak muda atau orang-orang yang berjiwa muda, lahir sebagai bentuk perjuangan dan penyelamatan bangsa. Ciri khas orang muda adalah anti kemapanan dan dinamis. TDA mendefinisikan caranya sendiri melakukan perubahan melalui gerakan ekonomi atau perdagangan. Sebab, kemajuan suatu bangsa sudah tentu ditandai oleh kemakmuran ekonominya.
Semenjak dibentuk tahun 2006 dari puluhan anggota sekarang komunitas ini telah mencapai ribuan anggota yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia dan mancanegara. TDA telah menjadi kosa kata baru dalam bahasa Indonesia, yang menggambarkan kaum wirausaha (pedagang), lawan dari kata TDB (Tangan Di Bawah) yang diartikan orang yang masih bekerja (karyawan).
TDA itu adalah sebuah gerakan diam (silent movement). Tanpa gembar-gembor, gegap-gempita berita. Di saat para politisi dan aktivis ramai di media lantang bicara tentang bagaimana mengubah Indonesia, TDA bergerak dengan caranya sendiri tanpa demonstrasi. Kecuali hanya satu kali demo TDA—yang saya ingatJ, ketika melakukan demo di Bundaran HI dua tahun lalu sebagai bentuk sosialisasi Pesta Wirausaha atau Milad TDA yang ke 4J
Banyak orang hanya bicara, tapi TDA telah bekerja!
Banyak orang memandang bahwa perubahan dunia hanya ditentukan dan direkayasa oleh kekuatan politik belaka. Tapi sesungguhnya ada kekuatan ekonomi di belakangnya. Politik dan ekonomi sebagai dua sisi mata uang yang tidak terpisahkan. Pada sejarah perubahan dunia kita melihat bahwa sejatinya ada gerakan ekonomi yang berperan, baik dengan cara baik maupun jahat atau kasar. Pergulatan inilah yang telah melahirkan berbagai macam ideologi, dari kapitalisme—mulai dari klasik sampai kapitalisme moderen yang humanis, sosialisme, sampai marxisme.
Bung Karno mendefinisikan kejayaan Indonesia itu dengan istilah Tri Sakti, yaitu: Berdaulat di bidang politik, kemandirian di bidang ekonomi, dan berkerpribadian di bidang budaya. Bung Hatta malah menekankan pentingnya membangun kekuatan ekonomi kerakyatan untuk mengangkat harkat dan martabat bangsa.
Beberapa tahun terakhir ini, kita melihat banyak fenomena menarik di negeri ini. Wirausaha telah menjadi profesi baru yang sangat menarik. Jika dahulu berdagang dipandang sebagai sebuah pelarian, bentuk kegagalan dari seseorang yang tidak diterima bekerja di kantoran. Atau berdagang adalah profesi para perantau yang mencari penghidupan yang mana tidak bisa mengandalkan ijasahnya. Berdagang juga kebanyakan dijalankan oleh para orangtua.
Sekarang bisnis atau berwirausaha telah menjadi tren, sebuah gaya hidup baru. Ditampilkan di panggung-panggung, dikonteskan, diberi piala dan penghargaan. Pelakunya banyak para anak muda.
Kita juga melihat betapa kegiatan wirausaha telah menjadi penyokong penyelamat bangsa ini dari krisis. Beberapa negara tumbang oleh resesi politik dan ekonomi, tapi bangsa ini masih berdiri. Berbeda dengan era sebelumnya, sedikit krisis politik maka guncanglah negeri ini. Tapi sekarang, politik dan pemimpin boleh berganti, tapi ekonomi jalan terus! Sekarang pertanyaannya, politik atau ekonomikah yang telah menyelamatkan negeri ini?
Di zaman Orde Baru barangkali banyak yang alergi ketika disebut kata “ideologi”. Tapi mari kita sederhanakan saja, ideologi adalah kumpulan ide atau gagasan. Dianggap sebagai visi yang komprehensif, sebagai cara memandang sesuatu, menawarkan perubahan untuk kemakmuran masyarakat (weltanschauung). Lalu bagaimana dengan TDA? Bukankah di dalamnya ada kumpulan ide? Tentang bagaimana membentuk masyarakat yang sejahtera? Kekurangannya, barangkali ide TDA ini belum tersusun sebagai sebuah konsep pemikiran yang utuh dan sistematis. Baru dalam tataran idealis, belum diturunkan ke dalam bentuk materialistik (ini menurut istilah filsafat. Sedikit berat ya istilahnya… )
Saya tak mau berdebat soal ideologi. Nanti akan banyak pula yang mengejar saya dengan cara pandang ini. Anggap saja cerita ini hanya ngalor-ngidulkegenitan intelektual. Tapi mari kita pandang saja bahwa Tangan Di Atas adalah sebagai sebuah gerakan perubahan. Ia menawarkan harapan. Misi yang dibawanya adalah “bersama menebar rahmat!”
Menjadi Pengusaha itu Sunnah, Tapi Tangan Di Atas Wajib
Ya, saya katakan bahwa menjadi Pengusaha itu adalah sunnah karena ia adalah profesi dan jalan hidup nabi. Sebagai umatnya sudah tentu kita akan meniru teladan dari nabi. Sunnah, itu baik dan menjadi pahala ketika dilakukan tapi tidak menjadi dosa kalau tidak dijalankan.
Boleh saja seseorang tidak memilih menjadi pengusaha sebagai jalan hidupnya. Tapi menjadi Tangan Di Atas hukumnya adalah wajib, berdosa jika tidak menjalankannyaJ
Apa makna menjadi Tangan Di Atas? Ialah menjadi rahmat bagi semesta alam. Sebaik-baik manusia adalah yang menjadi manfaat bagi orang lain. Ia membawa harapan, bukan musibah bagi sesamanya. Sesuai dengan tugas manusia sebagai khalifah di atas bumi, ia membawa sifat-sifat Tuhan pada dunia ini, yaitu menyebarkan rahmat.
Prinsip Tangan Di Atas itu adalah, memberi dahulu baru menerima (give and receive).
Characterpreneur = Tangan Di Atas
Semua penjelasan yang saya sampaikan di atas adalah sebagai sebuah pengantar untuk sampai pada sebuah kesimpulan: character-enterpreneur atau Pengusaha yang berkarakter itu adalah Tangan Di Atas. Sebagai sebuah kosa kata baru, Tangan Di Atas (TDA) ini menjelaskan banyak hal. Menjadi pengusaha itu tidaklah bebas nilai, tiada sekularisme dalam bisnis, memisahkan bisnis demi bisnis. Ia haruslah menjadi penyebar rahmat. Pembawa kebaikan pada lingkungan sosialnya.
TDA itu senang berbagi.
Sebaik-sebaik manusia adalah yang bermanfaat bagi lingkungannya. Dan, cara yang dipilih oleh TDA untuk menjadi manfaat bagi sesama adalah dengan menjadi Pengusaha. Dengan menjadi Tangan Di Atas.
Jadi, TDA itu artinya sama dengan Pengusaha, tapi Pengusaha belum tentu sama dengan TDA. TDA itu sama dengan character-enterpreneur. Yaitu, Pengusaha yang berkarakter. Yang sukses tidak hanya semata untuk dirinya sendiri, tapi juga bermanfaat bagi umat. Inilah yang disebut dengan sukses-mulia, yaitu yang menebar rahmat!
Pada akhirnya, saya tutup tulisan ini dengan memodifikasi ucapannya Bung Karno, “Seribu orangtua hanya bisa bermimpi tapi seorang Pengusaha bisa mengubah dunia!” Ingat, yang saya maksud dengan Pengusaha disini adalah TDA.
Bersama TDA mari kita menebar rahmat.
Hikmah dibalik Sunnah “Tidur Miring Ke Kanan”
“Sesungguhnya telah ada pada (DIRI) Rasulullah itu suri teladan yang BAIK bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Alloh dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Alloh.” (QS Al Ahzab : 21)
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menganjurkan tidur miring ke kanan :
Dari al-Barra` bin Azib, Rasulullah Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam pernah bersabda, “Apabila kamu hendak tidur,maka berwudhulah (dengan sempurna) seperti kamu berwudhu untuk shalat, kemudian berbaringlah di atas sisi tubuhmu yang kanan”
“Berbaringlah di atas rusuk sebelah kananmu.” (HR. Al-Bukhari no. 247 dan Muslim no. 2710)
1. Mengistirahatkan otak sebelah kiri Secara anatomis, otak manusia terbagi menjadi 2 yaitu bagian kanan dan kiri. Bagian kanan adalah otak yang mempersarafi organ tubuh sebelah kiri dan sebaliknya. Umumnya ummat muslim menggunakan organ tubuh bagian kanan sebagai anggota tubuh yang dominan dalam beraktifitas seperti makan, memegang dan lainnya. Dengan tidur pada posisi sebelah kanan, maka otak bagian kiri yang mempersarafi segala aktiftas organ tubuh bagian kanan akan terhindar dari bahaya yang timbul akibat sirkulasi yang melambat saat tidur/diam. Bahaya tersebut meliputi pengendapan bekuan darah, lemak , asam sisa oksidasi, dan peningkatan kecepatan atherosclerosis atau penyempitan pembuluh darah. Sehingga jika seseorang beresiko terkena stroke, maka yang beresiko adalah otak bagian kanan, dengan akibat kelumpuhan pada sebelah kiri (bagian yang tidak dominan).
2. Mengurangi beban jantung.
Posisi tidur kesebelah kanan yang rata memungkinkan cairan tubuh (darah) terdistribusi merata dan terkonsentrasi di sebelah kanan bawah. Hal ini akan menyebabkan beban aliran darah yang masuk dan keluar jantung lebih rendah. Dampak posisi ini adalah denyut jantung menjadi lebih lambat, tekanan darah juga akan menurun. Kondisi ini akan membantu kualitas tidur.
3. Mengistirahatkan lambung.
Lambung manusia berbentuk seperti tabung berbentuk koma dengan ujung katup keluaran menuju usus menghadap kearah kanan bawah. Jika seorang tidur kesebelah kiri maka proses pengeluaran chime (makanan yang telah dicerna oleh lambung dan bercampur asam lambung) akan sedikit terganggu, hal ini akan memperlambat proses pengosongan lambung. Hambatan ini pada akhirnya akan meningkatkan akumulasi asam yang akan menyebabkan erosi dinding lambung. Posisi ini juga akan menyebabkan cairan usus yang bersifat basa bias masuk balik menuju lambung dengan akibat erosi dinding lambung dekat pylorus.
4. Meningkatkan pengosongan kandung empedu, pankreas.
Adanya aliran chime yang lancar akan menyebabkan keluaran cairan empedu juga meningkat, hal ini akan mencegah pembentukan batu kandung empedu. Keluaran getah pancreas juga akan meningkat dengan posisi mirin ke kanan.
5. Meningkatkan waktu penyerapan zat gizi.
Saat tidur pergerakan usus menigkat. Dengan posisi sebelah kanan, maka perjalanan makann yang telah tercerna dan siap di serap akan menjadi lebih lama, hal ini disebabkan posisi usus halus hingga usus besar ada dibawah. Waktu yang lamam selamat tidur memungkinkan penyerapan bias optimal.
6. Merangsang buang air besar (BAB)
Dengan mtidur miring ke sebelah kanan , proses pengisian usus besar sigmoid (sebelum anus) akan lebih cepat penuh, jika sudah penuh akan merangsang gerak usus besar diikuti relaksasi dari otot anus sehingga mudah buang air besar.
7. Mengisitirahatkan kaki kiri
Pada orang dengan pergerakan kanan, secara ergonomis guna menyeimbangkan posisi saat beraktifitas cenderung menggunakan kaki kiri sebagai pusat pembebanan. Sehingga kaki kiri biasanya cenderung lebih merasa pegal dari kanan, apalagi kaki posisi paling bawah dimana aliran darah balik cenderung lebih lambat. Jika tidur miring kanan , maka pengosongan vena kaki kiri akan lebih cepat sehingga rasa pegal lebih cepat hilang. Dari uraian diatras tampak banyak manfaat tidur dengan posisi miring. Mudah-mudahan uraian tersebut dapat membawa manfaat bagi umat dalam mengamalkan salah satu sunnah nabi.
Kamis, 09 Februari 2012
Manfaat Shalat Tahajud 3 Kisah Nyata
Blogger, kisah nyata Manfaat Salat Tahajud 3 ini adalah kisah nyata yang berbeda dari cerita sebelumnya Manfaat Shalat Tahajud 1 dan Manfaat Shalat Tahajud 2. Silakan dibaca dan diambil hikmahnya untuk diri sendiri. Jangan lupa komen :)
Namun, yang paling penting adalah konsistensi dalam pelaksanaannya. Lebih baik melaksanakan sholat tahajud dengan rakaat yang sedikit tapi rutin tiap malam, daripada banyak rakaatnya tapi tidak rutin. Anda perlu konsisten dan memiliki komitmen yang tinggi dalam diri.
Hal terpenting dari sholat malam adalah anda merenungi hidup ini, melakukan instropeksi di hari kemarin dan memohon ampunan kepada Allah dengan seraya beristighfar dengan penuh ke-khusyuk-an. Memohon diberikan kemudahan dalam melaksanakan aktivitas esok hari, dan yang lebih penting berdoa kepada Allah agar dilapangkan rezeki.
Rahasia sholat tahajud mungkin sudah pernah anda dapatkan. Dia datang berbeda-beda caranya. Ada yang cepat, dan ada yang lambat. Tergantung dari ridho Allah, dan cara kita berdoa. Terkadang kita sering terlupa bahwa doa adalah permohonan dan permintaan hambaNya yang memasrahkan dirinya agar diampuni dosanya, diberikan kemudahan hidup di dunia dan akhirat kelak. Merendahkan diri dihadapan sang penguasa langit dan bumi.
Semoga Allah mengabulkan doa-doa hambaNya yang berserah diri pada saat-saat keheningan sepertiga malam dengan melaksanakan sholat sunah tahajud. Oleh karenanya, jangan lupa pula untuk selalu sadar diri bahwa akan ada hidup sesudah mati. Di dunia ini kita hanyalah seorang pengembara yang singgah sebentar, lalu pergi kembali.
Sudahkah anda rutin melaksanakan sholat tahajud dan menemukan rahasia di dalamnya? Monggo disharing gan
Manfaat Shalat Tahajud 3 Kisah Nyata
Ada sebuah rahasia penting yang ingin saya sampaikan dalam tulisan ini. Sebuah rahasia yang maha dahsyat bila anda rutin melaksanakan sholat sunah Tahajud. Sholat yang dilaksanakan sepertiga malam dengan penuh keheningan, karena di saat itu banyak orang yang tertidur lelap.
Pada saat itulah sebaiknya anda bangun dari tidur. Mengambil air wudhu lalu melaksanakan sholat sunah Tahajud. Boleh anda laksanakan 2 rakaat ditutup dengan witir 1 rakaat. Boleh juga 8 rakaat dan ditutup dengan witir 3 rakaat. Bila anda sanggup, boleh juga sampai 23 rakaat.
Namun, yang paling penting adalah konsistensi dalam pelaksanaannya. Lebih baik melaksanakan sholat tahajud dengan rakaat yang sedikit tapi rutin tiap malam, daripada banyak rakaatnya tapi tidak rutin. Anda perlu konsisten dan memiliki komitmen yang tinggi dalam diri.
Hal terpenting dari sholat malam adalah anda merenungi hidup ini, melakukan instropeksi di hari kemarin dan memohon ampunan kepada Allah dengan seraya beristighfar dengan penuh ke-khusyuk-an. Memohon diberikan kemudahan dalam melaksanakan aktivitas esok hari, dan yang lebih penting berdoa kepada Allah agar dilapangkan rezeki.

Saya menjadi teringat ketika hendak mau menikah di Bandung pada tahun 1998. Pada malam sebelum nikah, saya sempat bingung karena uang untuk transport penghulu dan juga tempat penginapan belum ada di kantong. Saya berdiskusi dengan almarhum ayah untuk mencarikan solusinya. Lalu saya katakan kesulitan saya itu kepada beliau. Ketika kesulitan itu saya sampaikan, ayah saya cuma tersenyum dan menyuruh saya untuk melaksanakan sholat tahajud.
Malamnya, saya sholat tahajud dengan penuh kekhusyukan agar besok dimudahkan dari segala urusan. Saya berserah diri kepada Allah seraya berdoa agar diberikan rezeki karena akan menikah besok lusa. Saya pun berdoa sambil menangis sesunggukan memohon ampun kepada-Nya. Segala ikhtiar sudah ditunaikan, sekarang saatnya saya berdoa kepada Yang Maha Kuasa. Semoga Allah mengabulkan segala permintaan saya yang akan menikah esok lusa.
Besok paginya, setelah sholat subuh berjamaah, ada ketukan pagar dari luar rumah. Begitu saya tengok keluar, ada pak Yono, salah satu pengurus masjid Al Iman datang ke rumah kami.
Setelah pintu pagar dibuka, lalu saya persilahkan beliau masuk ke ruang tamu. Setelah beliau ada di ruang tamu, maka mengobrollah kami sebentar, lalu tiba-tiba saja diberinya saya amplop yang berisi uang. Jumlahnya pas banget dengan yang saya butuhkan. Subhanallah, Alhamdulillah, Allahu Akbar, saya mengucap syukur kepada Allah. Ternyata di pagi hari itu, Allah memberikan rezekinya lewat pak Yono dan kawan-kawan pengurus masjid yang tidak bisa ikut hadir dalam pernikahan saya di kota Bandung.
Semoga Allah mengabulkan doa-doa hambaNya yang berserah diri pada saat-saat keheningan sepertiga malam dengan melaksanakan sholat sunah tahajud. Oleh karenanya, jangan lupa pula untuk selalu sadar diri bahwa akan ada hidup sesudah mati. Di dunia ini kita hanyalah seorang pengembara yang singgah sebentar, lalu pergi kembali.
Sudahkah anda rutin melaksanakan sholat tahajud dan menemukan rahasia di dalamnya? Monggo disharing gan
Untuk Sukses Butuh KEMAUAN KUAT! (Billy Boen)
Tulisan Billy Boen kali ini tentang kesuksesan yang diraih dengan Kemauan Kuat. Anda ingin sukses dengan mudah tanpa usaha? Silakan dibaca dulu artikel Om Billy ini.
Untuk Sukses Butuh KEMAUAN KUAT! (Billy Boen)
Banyak yang nanya ke saya, "Kenapa sering kali di tengah jalan saya kehilangan motivasi dalam mengerjakan suatu tugas?", "Kenapa di tengah jalan saya mendadak jadi males?", "Kenapa saya tiba-tiba tidak fokus dan pengen rasanya untuk give up?"Untuk menjawab ini, saya akan kasih 1 ilustrasi yang simple:
Bayangkan Agan ingin BANGET untuk kerja di suatu perusahaan yang memang sudah Agan dambakan dari dulu kuliah. Agan harus pergi interview. Agan rumahnya di Kelapa Gading, inteviewnya di Pondok Indah. Di tengah jalan ban mobil Agan kempes. Agan harus dongkrak, ganti ban, keringetan, cape. Setelah itu,...menurut Agan, apa yg akan Agan lakukan? Pulang ke rumah, atau lanjut ke interview? PASTI Agan akan lanjutin perjalanan untuk interview, right?
Bayangkan di hari Minggu Agan ngga tau lagi mau ngapain. Trus Agan berpikir, "Ke Plaza Senayan ah...cuci mata". Kejadiannya sama, Agan pergi dari rumah di Kelapa Gading, dan ditengah jalan ban mobil Agan kempes. Agan harus dongrkak, ganti ban, keringetan, cape. Setelah itu,...menurut Agan, apa yang akan Agan lakukan? Chancenya mungkin 50-50 untuk Agan lanjut ke Plaza Senayan atau pulang ke rumah, atau malah ke mall yang lain: Plaza Indonesia, Grand Indonesia, Pacific Place.Di kedua ilustrasi ini saya mau tekankan bahwa "Untuk Sukses Butuh KEMAUAN Yang Kuat". Halangan pasti ada, seperti kiasan yang saya tulis di buku "Young On Top": "Tidak ada jalan yang semulus sutera."
Kalau Agan punya keinginan yang KUAT, maka halangan/rintangan yang Agan temui hanya menjadi sebuah kerikil kecil yang mungkin memperlambat laju Agan, tapi BUKAN membuat Agan berhenti total dan give up. Agan akan 'melihat' halangan/rintangan hanyalah sebuah tantangan yang akan dengan senang hati akan Agan hadapi.
Tapi, kalau Agan TIDAK PUNYA keinginan yang kuat, maka halangan/rintangan akan membuat Agan berhenti dan give up dan males2an.
Find out APA yang Agan benar2 inginkan...? Apa yang saya share di sini, trust me...semuanya akan terjadi secara 'otomatis'! Kalau punya keinginan KUAT, Agan akan BERUSAHA SEMAKSIMAL MUNGKIN...kalau harus terjatuh, Agan akan bangkit dengan sendirinya!
Semoga APA yang Agan benar2 inginkan akan Agan dapatkan...sooner than you think!
Kita Tidak Ditakdirkan Gagal!
Banyak yang mengatakan bahwa kegagalan adalah keberhasilan yang tertunda. Masalahnya bagaimana jika Anda mendapatkan kegagalan terus-menerus? Sudah mencoba berkali-kali namun tetap tidak berhasil juga. Apakah ada yang salah atau sudah ditakdirkan menjadi orang gagal?
Jika Anda mengatakan ada yang salah… maka jawaban Anda benar. Memang ada yang salah.
Apa kesalahan itu dan siapa yang salah?
Thomas Alpha Edison melakukan 10.000 kali percobaan dalam menemukan bola lampu. Jika dia mengeluh dan berhenti mencoba setelah dia mencoba 100 kali, mungkin orang lain yang akan menjadi penemu. Seorang ahli photografi, harus memotret puluhan bahkan ratusan kali untuk menemukan hasil jepretan yang terbaik. Semuanya perlu percobaan, berulang kali, sampai Anda berhasil.
Banyak orang yang membangun bisnis, bertahun-tahun mengalami kerugian, dan dia mendapatkan untung pada tahun ke-3 atau lebih. Banyak kisah seperti ini, jika saya menuliskannya akan menjadi sebuah buku tersendiri. Intinya ialah, sering kali untuk meraih keberhasilan, memerlukan waktu yang panjang.
Jika Anda berhenti, artinya Anda memilih gagal. Atau kegagalan datang jika Anda berhenti mencoba.
Hal ini disebabkan karena masih banyak yang berharap bahwa sukses itu instan. Saat keberhasilan tidak juga diraih maka mereka berhenti dan memutuskan untuk gagal. Memutuskan berhenti sama dengan memutuskan gagal.
Bisa saja sukses itu ada 3 langkah lagi dari tempat Anda berdiri saat ini. Saat ada keinginan untuk berhenti, ingatkanlah diri Anda: “mungkin tinggal 3 langkah lagi”.
Thomas Alpha Edison, melakukan 10.000 kali percobaan, dengan cara yang berbeda. Bukan dengan cara yang sama. Perbedaan itu bisa dari apa yang Anda lakukan atau cara Anda melakukannya. Dan, Anda akan mengetahui cara-cara lain jika Anda cukup ilmu. Belajarlah!
Sebagai contoh, ada yang mengatakan dia telah gagal karena sudah tiga kali mencoba masuk ke perguruan tinggi negeri (PTN). Tidak ada lagi kesempatan, katanya.
Iya, dia memang gagal masuk PTN, tetapi hidup dia belum gagal. Masih banyak peluang berhasil meski tanpa gelas dari PTN. Banyak orang yang berhasil, meski dia lulusan PTS, bahkan SMA, SMP, SD, bahkan tidak sekolah sekali pun. Jadi, jangan persempit keberhasilan hanya dengan mendefinisikannya dengan masuk PTN.
Tetaplah mencoba, bersabar, belajar, dan perluas wawasan Anda serta jangan lupa BERDOA juga. Mudah-mudahan kegagalan tidak terus menerpa Anda.
Kita Tidak Ditakdirkan Gagal!
Jika Anda menganggap bahwa Anda sudah ditakdirkan menjadi orang yang gagal, artinya Anda sok tahu. Kita tidak tahu apa yang akan terjadi esok, hanya Allah Yang Maha Mengetahui, kenapa kita mendahului-Nya?Jika Anda mengatakan ada yang salah… maka jawaban Anda benar. Memang ada yang salah.
Apa kesalahan itu dan siapa yang salah?
Kegagalan Datang Karena Anda Kurang Mencoba
Anda gagal, jika Anda berhenti. Anda kurang mencoba. Anda bisa mengatakan sudah mencoba 100 kali, namun bisa jadi perlu 1.000 kali untuk berhasil. Mungkin Anda sudah berusaha selama 1 tahun, bisa jadi Anda harus menunggu 2 tahun agar bisa berhasil.Thomas Alpha Edison melakukan 10.000 kali percobaan dalam menemukan bola lampu. Jika dia mengeluh dan berhenti mencoba setelah dia mencoba 100 kali, mungkin orang lain yang akan menjadi penemu. Seorang ahli photografi, harus memotret puluhan bahkan ratusan kali untuk menemukan hasil jepretan yang terbaik. Semuanya perlu percobaan, berulang kali, sampai Anda berhasil.
Banyak orang yang membangun bisnis, bertahun-tahun mengalami kerugian, dan dia mendapatkan untung pada tahun ke-3 atau lebih. Banyak kisah seperti ini, jika saya menuliskannya akan menjadi sebuah buku tersendiri. Intinya ialah, sering kali untuk meraih keberhasilan, memerlukan waktu yang panjang.
Jika Anda berhenti, artinya Anda memilih gagal. Atau kegagalan datang jika Anda berhenti mencoba.
Kegagalan Untuk Mereka Yang Tidak Sabar
Karena keberhasilan adalah perjalanan panjang, yang memerlukan percobaan berkali-kali, bahkan ribuan kali. Yang perlu perjalanan waktu yang panjang, maka untuk sukses kita perlu kesabaran. Sukses hanya untuk mereka yang teguh pada jalan yang benar. Mereka terus melakukan hal yang benar, tidak pernah menyerah dan tidak pernah berhenti.Hal ini disebabkan karena masih banyak yang berharap bahwa sukses itu instan. Saat keberhasilan tidak juga diraih maka mereka berhenti dan memutuskan untuk gagal. Memutuskan berhenti sama dengan memutuskan gagal.
Bisa saja sukses itu ada 3 langkah lagi dari tempat Anda berdiri saat ini. Saat ada keinginan untuk berhenti, ingatkanlah diri Anda: “mungkin tinggal 3 langkah lagi”.
Kegagalan Untuk Mereka Yang Kurang Ilmu
Anda tidak akan pernah berhasil, meski Anda sudah mencoba berkali-kali, jika caranya salah. Jika Anda tidak mengambil hikmah dari kegagalan masa lalu. Jika Anda tidak mengambil pelajaran dari keberhasilan orang lain. Jika Anda tidak mau belajar dari berbagai sumber. Yang Anda ketahui hanya cara yang salah. Jika Anda tidak mengubahnya, Anda tidak akan pernah berhasil.Thomas Alpha Edison, melakukan 10.000 kali percobaan, dengan cara yang berbeda. Bukan dengan cara yang sama. Perbedaan itu bisa dari apa yang Anda lakukan atau cara Anda melakukannya. Dan, Anda akan mengetahui cara-cara lain jika Anda cukup ilmu. Belajarlah!
Perluas Horizon Anda
Kegagalan juga sering terjadi pada orang yang sempit horizonnya atau wawasannya. Dia yang membatasi diri, baik membatasi cara mencapai tujuan atau membatasi tujuannya.Sebagai contoh, ada yang mengatakan dia telah gagal karena sudah tiga kali mencoba masuk ke perguruan tinggi negeri (PTN). Tidak ada lagi kesempatan, katanya.
Iya, dia memang gagal masuk PTN, tetapi hidup dia belum gagal. Masih banyak peluang berhasil meski tanpa gelas dari PTN. Banyak orang yang berhasil, meski dia lulusan PTS, bahkan SMA, SMP, SD, bahkan tidak sekolah sekali pun. Jadi, jangan persempit keberhasilan hanya dengan mendefinisikannya dengan masuk PTN.
Tetaplah mencoba, bersabar, belajar, dan perluas wawasan Anda serta jangan lupa BERDOA juga. Mudah-mudahan kegagalan tidak terus menerpa Anda.
Selasa, 07 Februari 2012
kisah
Kutitip Dia Yaa Alloh
Suara adzan Isya’ yang terdengar pelan dari salon komputer sang Ayah membuat Rafi, anak yang masih berusia dua tahun itu mengingatkan Ayahnya. “Ayah, waktunya sholat ya...?” dengan polosnya Ia bertanya pada sang Ayah yang sedang sibuk mengerjakan tugas kuliah di depan komputer. “Iya sayang, Ayah mau berwudlu dulu ya...” jawab sang Ayah dengan tersenyum. “Ayah mau ke mana?” Tanya sang Anak lagi. “Ayah mau sholat ke masjid” jawab sang Ayah. “Rafi ikut” jawab sang Anak dengan mengiba. “Sayang, di luar sangat dingin, mas Rafi di rumah saja ya sama Bunda,” jawab sang Ayah. “Rafi ikut Ayah...” jawab sang Anak dengan mata yang berkaca-kaca...
Sang Ayah memandangi anaknya dengan iba, dia berusaha meyakinkan anaknya yang masih kecil tersebut. Tetapi semakin diyakinkan, si Anak semakin menangis menjadi, karena memang hanya satu keinginan sang Anak, yaitu mengikuti Ayahnya sholat ke masjid. Dilihatnya sang Istri sudah tertidur sangat nyenyak, mungkin karena pekerjaan hari ini yang melelahkan dan kebetulan memang sedang berhalangan untuk sholat.
“Baiklah, mas Rafi ikut Ayah ke masjid, tetapi nanti mas Rafi ikut sholat dan tidak mengganggu yang lain ya...” pesan Ayah tersebut kepada anaknya. Rafi kecil mengangguk, rupanya janji itu telah mengganti kesedihan yang menyelimutinya, dengan kebahagiaan yang tak terkira dihatinya nan tulus itu. Kemudian Sang Ayah menuntun anaknya yang masih kecil untuk berwudlu dan menggunakan baju Muslim yang kemudian mereka berdua berangkat ke masjid bersama-sama.
Hawa dingin kota Wollongong menyelimuti perjalanan mereka. “Mas Rafi kedinginan?” Tanya sang Ayah. Si Rafi kecil mengangguk. “Sini Ayah gendong biar hangat” kata sang ayah. Kemudian mereka berdua berjalan memasuki Omar Mosque yang telah ramai dengan jamaah.
Selagi menanti iqomat berkumandang, Si Rafi kecil tetap berada di dekapan sang Ayah. Namun tak berapa lama ia tertidur, mungkin karena lelah ataupun memang sudah malam bagi dia untuk masih terjaga. Karena sholat Isya di kota Wollongong NSW saat itu tepat berada di pukul 20:40 PM.
Sang Ayah mulai bingung. Ia gelisah, jangan-jangan si Rafi kecil nanti terbangun dan menangis di saat sholat sedang berlangsung, “Apakah saya harus terus mengikuti sholat berjamaah, atau pulang...” tanyanya dalam hati. Masih ditengah kebimbangan itu, tiba-tiba Syeh Abdurrahman memasuki masjid dan berkata, “Brother, why do you bring your child here!? He is still too young. Its very cold outside.” Katanya menasehati. Memang Syekh Abdurrahman sangat ketat sekali terhadap anak kecil yang bisa mengganggu kekhusyukan sholat. Berkali-kali beliau mengingatkan untuk tidak membawa anak kecil terutama anak yang masih sulit untuk diberi pengertian. Sudah banyak jamaah yang diingatkan karena kejadian anaknya yang mengganggu sholat.
“Syekh, should I go home now?” Tanya sang Ayah. Syeh Abdurrahman memandangi si Anak yang sudah terlelap tidur dipangkuan Ayahnya dengan iba. “If you think that he will not crying when we are praying, you can pray at the corner and take it beside you,” jawab Syeh Abdurrahman yang tak berapa lama Iqomatpun dikumandangkan oleh Muadzin.
Sang Ayah masih menggendong Rafi kecil di ruangan masjid bagian belakang. Ia ragu untuk meneruskan sholat berjamaah, karena malam semakin dingin, Ia takut anaknya nanti terbangun dan menangis, sehingga akan mengganggu jamaah yang lain. “Yaa Alloh..., kalau engkau menghendaki aku pulang dan tidak mengikuti sholat berjamaah, aku akan pulang sekarang, tetapi, kalau engkau masih mengizinkan aku untuk mengikuti sholat berjamaah bersama yang lain, hamba mohon, kuatkan anak kami sehingga saya bisa mengikuti sholat berjamaah dengan tenang...” doanya dalam hati.
“Brother, oh your son is sleeping..., its very cold outside...” kata Ahmad Fathi Salah yang baru tiba dan tiba-tiba menghampirinya, Ahmad adalah seorang sahabat, International student yang berasal dari Libya. “I think Its better for me to pray in my house,” jawab sang Ayah. “No...!, you can pray together with us,” jawab Ahmad. Ahmad kemudian melepas jaket kulitnya dan memberikan pada Ayah Rafi. “Use it to warmer your son.” Jawabnya. “Brother come here, you can pray here,” katanya kemudian sembari memberikan sebuah tempat untuk sholat dan tempat berbaring si Anak.
Mulanya ragu-ragu, tetapi Sang Ayah kemudian membaringkan si Anak tepat di sebelahnya dan kemudian menyelimuti dengan jaket kulit milik sahabatnya itu. “Yaa Alloh kutitipkan dia padaMu, jangan bangunkan dia sebelum sholat isya’ ini berakhir, Aamiin...” doa sang Ayah sebelum memulai sholat.
Sholatpun kemudian dimulai dan sang anak tetap terlelap dalam tidurnya. Dan... Alhamdulillah.., hingga rokaat ke empat berakhir, tak ada suara dari si Rafi kecil, dan begitu salam tanda sholat berakhir, Anak kecil itu bergerak-gerak, ia membuka matanya dan.. “Ayah, di mana kita...?” tanyanya dengan polos. “Kita di masjid sayang, tuh sholat barusan selesai,” kata Ayahnya dengan tersenyum.
Terucap syukur dalam hati sang ayah, “Terima kasih Yaa Alloh... telah Engkau bukakan pintu-pintu RahmatMu kepada hamba, Engkau beri hamba kesempatan untuk menikmati indahnya sholat berjamaah di rumahMu. Alhamdulillah...”
“Hanya yang memakmurkan masjid-masjid Allah ialah orang-orang yang beriman kepada Allah dan Hari kemudian, serta tetap mendirikan shalat, menunaikan zakat dan tidak takut (kepada siapapun) selain kepada Allah, maka merekalah orang-orang yang diharapkan termasuk golongan orang-orang yang mendapat petunjuk.” (QS. At-Taubah [9] : 18)
Subhanalloh...
Langganan:
Postingan (Atom)


